![]() |
Alzier Dianis Thabranie dan Andi Arief (ben/inilampung) |
INILAMPUNGCOM --- Tokoh Andi Arief -- kini Komisaris Independen PT PLN mudik Lebaran Idul Fitri ke kampung halamannya, di Bandar Lampung, Senin - Kamis (31-3/4/2025).
Di Lampung, dia merayakan Idul Fitri 1446 H bersama keluarga besarnya, dan bertemu dengan banyak kolega, termasuk M. Alzier Dianis Thabranie, politisi senior Partai Golkar.
Pertemuan Andi Arief - Alzier berlangsung "gayeng" di rumah kebun milik Alzier Dianis Thabranie, di Jl. Kamboja 21, Gunung Terang, Bandar Lampung, Kamis petang, 3 April 2025.
Andi Arief datang tak sendirian, melainkan ditemani sahabat lamanya, Ali Imron, pengurus Golkar Lampung. Keduanya, disambut Alzier karena sepertinya sudah lama ngak pernah jumpa.
Mengenakan kemeja biru muda, casual, bercelana jean -- Andi Arief tampak fress. Raut wajahnya cerah, tidak tampak lagi bahwa aktivis 98 itu baru saja menjalani cobaan berat berupa operasi transplan hati (cangkok hati) di RS Apollo, News Delhi, India.
"Iya neh, baru saja bertemu Bang Alzier. Kami kangen - kangenan aja, mumpung masih dalam suasana Lebaran Idul Fitri," kata Andi Arief, Kamis petang, Kamis (3/4/2025).
Dimata Andi, Alzier Dianis Thabranie sudah seperti saudara. Alzier itu, masih kata Andi Arief -- punya pengalaman panjang soal politik dan bisnis. Mental politiknya pemberani, dan selalu ngak mau melihat kawannya keliatan susah.
"Itulah bang Alzier atau ADT yang artinya Ada Duit Terus, hahaha," ucap Andi sembari tertawa.
![]() |
Andi Arief, Alzier, dan Imron (ist) |
Silaturami dan Pempek
Hubungan kekeluargaan Alzier dan Andi Arief terjalin sudah lama, diawali orang tua mereka semasa masih hidup. Ayahanda Andi, ulama besar Imam Masjid Al furqon, KH Arief Mahya merupakan tokoh NU Lampung, sementara Thabranie Daud (orang tua Alzier Dianis), pernah ketua PWNU yang saat itu juga Walikota Bandar Lampung.
"Oleh karena, kami selalu berkirim kabar dan sambung silaturahmi terus hingga sekarang," kata Alzier dikonfirmasi.
Ada hal khusus yang dibahas? Menurut Andi Arief, tidak ada yang khusus kecuali obrolan keseharian. Bahkan, banyak guyonan yang menceritakan pengalaman. "Diskusi dengan Bang Alzier itu, ngak bakal kehabisan bahan. Selalu ada saja yang menarik, dan bikin kami tertawa terpingkal." kata Andi, orang dekat Susilo Bambang Yudhoyono itu.
Alzier Dianis menyiapkan menu pempek khusus yang didatangkan dari Palembang. Bahkan, ada kue legit khas Lampung, lengkap dengan kopi asli ulu belu. Andi tampak lebih memilih pempek yang dari bahan baku buah pepaya karena lebih lembut.
Andi sempat menceritakan soal perjalanan panjangnya selama 2 bulan berobat di RS India. Selama 18 Jam, Andi mengaku menjalani operasi transplan hati. Kemajuan teknologi kesehatan di negara tersebut, kata Andi, tak hanya maju di sisi teknologi, biaya yang harus dikeluarkan pasien untuk berobat pun sangat bersaing dengan negara-negara lain.
Di RS Appolo, News Delhi, biaya operasi hati angkanya bisa mencapai 200 ribu hingga 300 ribu dolar AS (sekita Rp4,7 miliar). Bahkan di Amerika Serikat sudah mencapai 500 ribu dolar AS (Rp7,9 miliar).
"Di Singapura, mungkin sekitar 200 ribu hingga 250 ribu dolar AS. Di India, biayanya berkisar antara 30 ribu hingga 40 ribu atau 45 ribu dolar AS (sekitar Rp717 juta). "Jadi jauh lebih terjangkau," kata adik kandung ketua Demokrat Lampung Edi Irawan itu.
Perjalanan Karier
Nama Andi Arief merupakan sosok anak muda yang pemberani, di era menjelang berakhirnya Orde (Presiden Soeharto). Lahir di Bandar Lampung pada 20 November 1970 dan kuliah di Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) di Universitas Gadjah Mada.
Ia dikenal sebagai salah satu korban penculikan aktivis pada 1998 akibat kegiatan organisasi yang diikutinya di pertengahan tahun 1990-an, yaitu Partai Rakyat Demokratik (PRD).
Andi Arief pertama kali terjun ke dunia politik saat bergabung dengan Partai Demokrat pada tahun 2004. Wakil Sekjen DPP Partai, Demokrat, Hingga Wakil Ketua Bidang Pemenangan Pemilu pernah dijalaninya selama di partai besutan Susilo Bambang Yudhoyono itu.
Kala itu, Andi sukses membantu memenangkan pasangan Susilo Bambang Yudhoyono-Jusuf Kalla dalam Pilpres 2004.
Perjalanan kariernya sempat berjalan mulus, saat ia ditunjuk oleh SBY menjadi Komisaris PT Pos Indonesia dan pernah menjadi staf khusus Presiden SBY.
Sekarang, Andi Arief diketahui menjabat sebagai Komisaris PT PLN (Persero) oleh Menteri BUMN Erick Thohir sejak pertengahan 2024 lalu.
Kini, Andi Arief sudah sehat, usai menjalani tranplan hati. Dia sudah mengantor sebagai Komisaris Independen PT PLN (Persero), menggantikan mantan Gubernur Bank Indonesia (BI) Burhanuddin Abdullah. (zal/inilampung)