INILAMPUNGCOM --- Selasa (25/3/2025) besok, merupakan hari yang sangat menentukan bagi masa depan Kabupaten Pesawaran.
Kenapa? Karena digelar pemilihan suara ulang (PSU) akibat dibatalkannya pencalonan Aries Sandi oleh MK sebagai calon bupati.
Dua pasangan calon tersebut dalah: Supriyanto, SP, MM – Suriansyah Rhalieb, SPt, yang diusung Partai Golkar dan Partai Persatuan Pembangunan (PPP) akan melawan pasangan Hj Nanda Indira Bastian, SE, MM – Antonius Muhammad Ali, SH, yang dijagokan PDIP, Gerindra, NasDem, PAN, PKB, PKS, Hanura, PBB, PKN, dan Perindo.
Kepastian adanya 2 pasangan calon pada PSU hari Selasa (25/3/2025) nanti terungkap dalam Keputusan KPU Kabupaten Pesawaran Nomor: 63 Tahun 2025 tentang Penetapan Pasangan Calon Peserta Pemilihan Bupati dan Wakil Bupati Kabupaten Pesawaran Tahun 2024 Sebagai Tindak Lanjut Putusan Mahkamah Konstitusi Atas Perselisihan Hasil Pemilihan.
Pada Keputusan KPU Kabupaten Pesawaran tertanggal 23 Maret 2025 yang ditandatangani Ketua KPU Fery Ikhsan tersebut, pasangan Supriyanto – Suriansyah mendapat nomor urut 1 dan pasangan Nanda – Antonius nomor urut 2.
Sementara, Partai Demokrat yang mengusung drg. Elin sebagai calon 0 ini, akhirnya tidak terdaftar sebagai Partai politik yang terlibat aktif dalam pelaksanaan PSU tersebut.
Tidak Antusias
Menurut penelusuran di lapangan Minggu (23/3/2025) siang, mayoritas masyarakat Kabupaten Pesawaran yang ditemui media ini tampak tidak antusias untuk kembali menggunakan hak pilihnya pada PSU hari Selasa (25/3/2025) nanti.
Mereka menilai bahwa siapa pun yang nantinya terpilih tidak akan membawa perubahan signifikan bagi perkembangan kabupaten pecahan Lampung Selatan itu.
Mayoritas masyarakat merasa hak pilihnya yang dianulir MK karena persoalan ijazah SMA Aries Sandi merupakan antiklimaks dari proses demokrasi di wilayah tersebut.
“Sudahlah, pak. Ngapain ngomongin PSU. Mikirin mau Lebaran aja susah, lagian siapa aja yang menang juga nggak bakalan bawa Pesawaran maju. Kami semua kan paham, maunya Dendi jadiin istrinya itu buat perpanjang dinastinya di Pesawaran. Sedangkan Supriyanto kemarin menang karena faktor Aries Sandi-nya. Jadi ya nggak ada bagus-bagusnya siapa pun yang menang PSU nanti,” kata seorang tokoh masyarakat di Gedong Tataan.
Hal senada disampaikan tokoh pemuda di Kecamatan Padang Cermin. Menurutnya, PSU hanyalah proses demokrasi formalitas semata. Bukan menyuarakan apa yang menjadi kehendak masyarakat Pesawaran secara mayoritas.
“Jujur ya, kami generasi muda di Pesawaran pesimis melihat masa depan. Apalagi kalau sampai Nanda yang jadi. Lha suaminya aja 10 tahun nggak bisa bawa Pesawaran maju, apalagi istrinya. Kalau mau bicara murni suara rakyat Pesawaran, ya yang menang pilkada kemarin itulah yang dimauin rakyat,” kata tokoh pemuda yang keberatan dituliskan namanya ini. (fjr/inilampung)