Dialog Ideopolitor Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Lampung (ist/inilampung)
INILAMPUNG.COM, Bandarlampung - Wilayah Muhammadiyah (PWM) Provinsi Lampung menggelar kegiatan ideopolitor Muhammadiyah. Kegiatan tersebut di dua tempat, yakni di SMK Muhammadiyah Gisting Tanggamus dan SMK Muhammadiyah Tumijajar Tulangbawang Barat, 15-16 Februari 2025.
Menurut Sekretaris PW Muhammadiyah Lampung, Maruf Abidin, kegiatan ideopolitor ini bertujuan untuk penguatan ideologi kepada seluruh pimpinan Muhammadiyah di semua tingkatan yang ada di Provinsi Lampung. Ideopolitor sendiri adalah Ideologi, Politik dan Organisasi, ini menjadi rangkaian kegiatan yang sama dari pusat, wilayah dan kini berlangsung di berbagai daerah di Lampung.
“Kegiatan ini dalam rangka penguatan ideologi Muhammadiyah bagi pimpinan Muhammadiyah disemua tingkatan,” kata Maruf Abidin, Senin (17/2/2025).
Sebelum menggelar kegiatan ideopolitor, PWM Lampung terlebih dahulu mengikuti ideopolitor yang diadakan PP Muhammadiyah di Palembang.
“Kami pleno PWM Lampung sebelumnya sudah mengikuti kegiatan serupa di Palembang yang diadakan oleh PP Muhammadiyah,” lanjutnya.
Dalam kegiatan tersebut setidaknya terdapat beberapa materi utama mulai dari misi misi kebangsaan Muhammadiyah, risalah Islam berkemajuan serta arah kebijakan Muhammadiyah.
“Ini sangat perlu bagi pimpinan terkait internalisasi idiologi dan kontekstualisasi dalam bidang politik, organisasi dan tata kelola. Sesuai dengan branding muhammadiyah saat ini yakni Maju Profesional Modern (MPM),” jelasnya
Nantinya, tindak lanjut dari kegiatan Ideopolitor, akan di follow up oleh Pimpinan Daerah Muhammadiyah. Salah satu rencana tindak lanjut adalah mengadakan kegiatan serupa di level daerah.
Kemudian, Ketua PWM Lampung, Sudarman, menambahkan bahwa kegiatan ini juga sebagai refresment pimpinan Muhammadiyah ditingkat Daerah.
“Perlu refereshmen bagi pimpinan terkait internalisasi idiologi dan kontekstualisasi dalam bidang politik, organisasi dan tata kelola. Sesuai dengan branding muhammadiyah saat ini Maju Profesional Modern (mpm),” jelas Guru Besar UIN Raden Intan Lampung itu.(rls/inilampung)