Penyair Lampung Isbedy Juara I Cipta Puisi PD

0
284

INILAMPUNG.Com – Penyair Lampung Isbedy Stiawan ZS kembali menjuarai Lomb Cipta Puisi Tingkat Nasional.

Setelah juara pertama Lomba Cipta Puisi Cimanuk tahun lalu, kini sastrawan berjuluk “Paus Sastra Lampung” itu menjuarai Lomba Menulis Puisi untuk Indonesia yang ditaja DPP Partai Demokrat (PD), dengan judul puisi “Berlayar Pada Laut Dangkal”. Ia berhak memeroleh uang sebesar Rp7 juta.

Ketua DPD Demokrat Provinsi Kepulauan Riau Apri Sujadi, S.Sos dalam berita acaranya menjelaakan,  pada hari ini (Sabtu) tanggal (09) Bulan (September) Tahun (2017) telah dilakukan proses penilaian Lomba Menulis Puisi untuk Indonesia yang telah ditaja oleh DPP Partai Demokrat Dengan Tema “Untuk Indonesia” serta beberapa Sub Tema, yaitu  1. Wajah Indonesia Hari Ini,  2. Merawat Indonesia, 3. Merayakan Keragaman, 4. Membangun Jiwa Nasionalis Religion, 5. Peduli dan Beri Solusi adalah Kita.

Dikatakan Apri, Lomba Menulis Puisi ini telah berlangsung sejak akhir Juli hingga tanggal 8 September 2017.

Selain juara pertama, panitia menepapkan juara 2, 3, 4, dan 5 sebagai berikut Budi Saputra (Batam, Kepulauan Riau) dengan judul puisi :Di Negeri Berpagar Air Mata”,
Syafri Arifuddin (“Mimpi Bukan di Siang Bolong Mamuju” – Sulawesi Barat), Andrayani (“Seperti Adam yang Lahir di Negeri Ini” – Temanggung-Jawa Tengah), Roso Titi Sarkoro (“Keteguhan Perahu: Untuk Indonesia” – Temanggung-Jawa Tengah). Mereka berhak mendapatkan uang sebesar Rp5 juta, Rp3 juta, Rp1.500 ribu, Rp1 juta.

Kemudian panitia dan dewan juri juga memilih 15 puisi favorit non peringkat dengan masing-masing Rp500 ribu sebagai berikut: Ahmad Zubaidi (“Sajak Agustus” – Sumenep), Damiri Mahmud (“Don’t Cry For Indonesia” – Medan)?
Daviatul Umam (“Berpeluk Kemelut” – Sumenep), Faidi Rizal  (“Di Sebuah Pigura Tua” – Bandungan), Ferdian Dwi Prastiyo (“Di Bawah Naungan Sang Fajar” – Surabaya), Ihsan Subhan (:Kacapi Sakti Negeri” – Cianjur), Irvan Solihin (:Haqiqi Bocah” – Kota Pare), Jefri Al Malay (“Nandung yang Kukirim Pergi untuk Negeri” – Pekanbaru), Khoer Jurzani (“Empat Stasiun Kecil yang Saya Lalui dalam Perjalanan Menemui Ibu Pertiwi” – Sukabumi), Marhalim Zaini (“Solilokui Para Penunggu Hutan” – Pekanbaru), Marisca Irgi (“Laochong Puisi Pertamaku” – Malang), MD. Khalid Angkowijaya (“Bangsa Air Mata” – Yogyakarta), Muhammad Husein Haikal (“Merayakan Indonesia” – Medan), Nevatuhella (“Bahtera Kebangsaan” –  Tanjungbalai), Robi Akbar (“Anakku Melukis Indonesia” – Bandar Lampung).(@rls/ILc-3)

 

 

LEAVE A REPLY