{{ message }}

Garasi Bagikan Kambing dan Alat-alat Pertanian


INILAMPUNG.COM- Gardu Aspirasi (Garasi), rumah publik yang didirikan anggota DPRD Provinsi Lampung Ali Imron di Desa Brajaharjosari, Kecamatan Brajaselebah, Lampung Timur mengejutkan sensibilitas publik. Beberapa desa bahkan mulai mengajukan agar dibuat Garasi. Pasalnya, selain familiar dengan istilah gardu, aneka perlombaan yang digelar juga menyentuh masyarakat perdesaan. Salah satu acara yang sukses digelar Garasi, festival gaple dengan hadiah total sekitar Rp20 juta. Menurut panitia Festival Gaple sekaligus Penjaga Garasi, Suprayitno, lomba gaple ini memperebutkan hadiah utama, dua ekor kambing, dua mesin semprot, bibit dan obat-obatan organik, ditambah sederet alat rumah tangga seperti magicom, setrika, dan semacamnya. Ada juga alat-alat pertanian tradisional seperti cangkul dan sabit. Hadiah hiburan berupa voucher atau pulsa juga disiapkan. "Festival Gaple tingkat Desa Brajaharjosari ini digelar mulai Kamis (9/11/17) hinngga Sabtu (11/11/17). Kegiatan lomba hanya dilakukan pada malam setelah isya," kata Prayit pada pembagian hadiah yang berlangsung pada Ahad (12/11/17) malam. Sementara salah satu tokoh masyarakat Brajaharjosari, Amir Muhromin, saat memberikan sambutan pada acara itu, menjelaskan meski Garasi ini menggelar gaple, namun tidak seperti lazimnya orang bermain kartu. Lebih pada menekankan makna gardu. "Tepatnya ini lomba gapleh. Gaple-nya orang sholeh," candanya. Mengembalikan makna gardu sendiri, menurut Ali Imron, bukan sebatas untuk tempat ronda. "Gardu atau cakruk, dulu sering dijadikan tempat semua warga desa berkumpul, melepas lelah, menemukan teman sampai titik berkumpulnya segala informasi dan obrolan. Isu dan gosip, semua pasti berpusat di gardu," kata anggota DPRD Provinsi Lampung dari Fraksi Partai Golkar ini. Peresmian Garasi sendiri, dibuka langsung oleh Ali Imron pada Ahad, 11 November lalu. Juara gaple yang berhak mendapat dua ekor kambing, diraih oleh pasangan Slamet dan Tresno. Peraih juara kedua juga mendapat dua alat semprot hama, pasangan Wasno dan Tugino. "Harapan saya, hadiah ini bisa dimanfaatkan dengan sebaik-baiknya. Intinya, Garasi ini untuk tempat berkumpulnya anak-anak muda kreatif dan bisa menjadi tempat mendiskusikan semua hal demi kemajuan desa," ucap Ali Imron. Ke depan, lanjut politisi Partai Golkar ini, Garasi diharapkan bisa menjadi virus kebaikan dan ada di semua desa. "Jangan sampai juga terkotak-kotak dengan perbedaan pandangan politik, artinya ide Garasi ini bisa dibuat siapa pun sepanjang demi kemajuan dan membangun desa," kata dia. Ali Imron yang sudah puluhan tahun tinggal di Kota Bandarlampung ini mulai mengkhawatirkan kondisi desa yang mulai terjangkiti sikap individualistik, hilangnya tepo sliro dan semangat gotong royong. "Garasi ini untuk mengembalikan khasanah dan kekayaan desa, agar tetap damai, permai serta jauh dari hiruk pikuk hidup yang kemrungsung." Imron juga mengkhawatirkan pesatnya arus informasi dan cepatnya dunia gedget masuk di perdesaan. "Kalau tidak diantisipasi dengan sering berkumpulnya warga desa dalam berbagai kegiatan positif, dampak negatif perkotaan bisa cepat masuk ke desa kita," pungkasnya. (ilc/enk)

Terpopuler