Damri Terus Merugi, Bosnya Iri Sama Transjakarta

0
173

INILAMPUNG.Com – Terus meruginya kinerja perusahan Perum Damri, membuat Pelaksana Tugas (Plt) Direktur Utama Perum Damri, Sarmadi Usman iri dengan manajemen Transjakarta.

Pasalnya, meski memiliki tarif angkutan yang sama yakni Rp3.500 per penumpang, Perum Damri terus merugi sementara Transjakarta untung.

“Karena angkutan perkotaan itu tarif rendah, biaya operasional tinggi, karena tarif rendah ini ditentukan oleh Pemda, sementara biaya operasional kita tinggi, sebagai bukti biaya operasional kita Rp8.500 per penumpang, angkutan perkotaan Rp3.500,” kata Sarmadi saat ditemuo di Kantornya, Jakarta, Selasa (5/9/2017).

Sarmadi pun lantas membandingkan perusahaannya dengan Transjakarta, meski memiliki tarif yang sama Rp3.500 per penumpang, Transjakarta tetap untung karena mendapat subsidi dana pelayanan publik atau Public Service Obligation (PSO) dari pemerintah, sementara Perum Damri tidak mendapat dana PSO, ini yang membuat Sarmadi gigit jari.

“Lain seperti Transjakarta, kalau dia kan PSO, di subsidi oleh pemerintah jadi tarifnya Rp3.500, tapi operator tetap menikmati Rp8.500, jadi kalau yang dilayani bus warna biru itu dia engga rugi, karena dia di subsidi oleh pemda DKI Jakarta,” katanya.

“Nah sementara Damri untuk melayani 11 kota itu tidak di subsidi, jadinya rugi, meski ruginya kecil,” tambahnya.

Sehingga Sarmadi berharap pemerintah memberikan subsidi berupa dana PSO, Hal ini agar Damri dapat bekerja maksimal terutama untuk pelayanan angkutan kota. (*/ilc-6)

LEAVE A REPLY