Bakauheni, ‘Jalur Maut’ Angkutan Lebaran

bakauheni1

JALAN lintas Sumatra (jalinsum) ruas Pelabuhan Bakauheni Lampung Selatan dari Bandarlampung masih menjadi “jalur maut” yang rawan dilalui oleh para pemudik pada musim Lebaran Idul Fitri 2013, tahun ini. Terutama pengendara sepeda motor,  sejumlah titik masih terdapat jalan berlubang dan bergelombang.

Ruas jalan yang kondisi kerusakannya cukup parah dan paling rawan untuk dilintasi pada ruas perbatasan terjadi di Kecamatan Penengahan dengan Kecamatan Bakauheni sampai Pelabuhan Bakauheni. Jalan di jalur itu bergelombang dan membentuk parit-parit cukup dalam akibat kontruksi jalan tidak mampu menahan beban kendaraan berat.

“Saat dilalui kendaraan besar sepertinya tidak begitu berdampak namun ketika kendaraan kecil melintas seperi mobil pribadi dan sepeda motor terasa oleng dan membahayakan para pengendara,” kata Ikhsan pemudik dari Jakarta.

menyeberangSelain itu, lanjutnya, sejumlah titik juga masih banyak lubang-lubang yang dapat membahayakan pengendara roda dua yang melaju dengan kecepatan tinggi terutama saat malam hari. Kemudian, sepanjang jalur itu hanya diperbaiki beberapa titik saja sementara titik yang lain masih rawan bagi pemudik.

Ia mengatakan bahwa, rambu-rambu jalan juga masih sangat terbatas dijalur rawan kecelakaan sehingga membutuhkan perhatian dari pihak terkait karena membahayakan pengendara terutama diruas Kecamatan Bakauheni yang berada diperbukitan sehingga kondisi jalan berupa tanjakan dan turunan curam yang selama ini menjadi titik paling sering terjadi kecelakaan lalu lintas.

Sementara itu, kondisi jalan dari ruas Kalianda sampai Kota Bandarlampung sudah cukup bagus meskipun beberapa titik masih ada yang berlubang tapi tidak begitu membahayakan para memudik (dbs/rep*)

 

*)republka

Komentari Berita Ini

Your email address will not be published.

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>