{{ message }}

Pamit Kerja di Jakarta, Bima Dua Bulan Telantar dan Terjaring Razia Yustisi

Rabu, 9 Oktober 2019 - 07:38:00 AM | 158 | Hukum

Pamit Kerja di Jakarta, Bima Dua Bulan Telantar dan Terjaring Razia Yustisi
Fauzi di kediaman keluarga Mandala Bima Utama. Foto. Tyo.

INILAMPUNG.com - Pamit kerja ke Jakarta, Mandala Bima Utama (22) pemuda asal Pringsewu Barat, telantar hingga terjaring razia yustisia di wilayah Tanggerang Selatan (Tangsel), Provinsi Banten.

"Rencananya saya ke Jakarta untuk cari kerja, namun singgah dahulu di Tangsel karena ada paman (Joko.red) di sana," kata Bima, Selasa (8-10-2019).

Kini, dia sudah kembali ke rumah setelah dua bulan telantar hingga sepekan menginap di bui dan sebulan di Dinas Sosial di Serpong,

Menurut dia, kesalahan terbesar adalah tidak membawa identitas seperti kartu tanda penduduk (KTP) atau identitas lainnya. "Saya terjaring razia dan ditangkap karena tidak dapat menunjukkan identitas diri, bahkan sampai sebulan harus menginap di dinas sosial daerah Serpong," katanya.

Sebelumnya, dia menyebutkan, setelah tiba di Tangsel sempat kebingungan karena tidak menemukan alamat paman. Namun, saat itu bisa bertemu teman yang bekerja di Tangsel.

"Saat itulah, saya minta bantuan teman untuk mencari keberadaan paman. Tetapi, sayangnya belum sempat ketemu bahkan hilang kontak dengan teman sehingga harus lontang-lantung (terlantar) hingga terjaring razia itu," katanya.

Alhamdulillah, Bima melanjutkan, berkat bantuan Dinsos Pringsewu bisa kembali ke rumah dengan selamat. "Saya bisa pulang setelah akhirnya paman yang mengetahui keberadaan saya mengurus kelengkapan surat menyurat dengan dibantu pihak Dinsos Pringsewu," ujar pemuda lulusan STM itu.

Wakil Bupati Pringsewu H Fauzi didampingi Lurah Pringsewu Barat Elfa Yuli menjenguk Bima di kediamannya pada Selasa (8-10-2019).

Adanya pengalaman itu, Wabup Fauzi berpesan kepada masyarakat Kabupaten Pringsewu khususnya jika berpergian jauh harus membawa KTP ataupun indentitas penting lainnya.

"Indentitas itu sangat berguna sekali, apalagi untuk bekerka atau jika terjadi sesuatu," ungkapnya.

Sementara, Sumiati, nenek Bima mengucapkan terima kasih yang telah membantu hingga bisa menjemput cucunya melalui Dinsos Prinsewu yang kesasar hingga ke tangkap dalam razia yustisia beberapa waktu lalu.

"Atas nama keluarga besar, saya mengucapkan banyak terima kasih," ucap Sumiati.

Lurah Pringsewu Barat, Elfa Yuli menambahkan, beberapa hari lalu mendapat informasi ada warganya yang diamankan di Panti Sosial Serpong dan bisa dibawa pulang asal ada keterangan resmi.

"Saya urus surat-surat resminya, saya juga menginformasikan kepada Pak Wakil Bupati H Fauzi melalui pesan whatshapp," jelas Elfa. (tyo)

 




BERITA LAINNYA

Terpopuler