{{ message }}

Lolos 10 Besar Calon Anggota KPU, Edi Gunawan Bantah Terlibat Parpol

Selasa, 8 Oktober 2019 - 08:10:08 AM | 238 | Politik

Lolos 10 Besar Calon Anggota KPU, Edi Gunawan Bantah Terlibat Parpol
Edi Gunawan. Foto. Ist.

INILAMPUNG.com - Salah satu calon anggota Komisi Pemilihan Umum (KPU) Pesisir Barat (Pesibar) yang masuk 10 besar diterpa isu yang bisa mengancam pencalonannya sebagai komisioner penyelenggara pemilihan umum.

Kabar yang beredar menyebutkan Edi Gunawan menjadi pengurus partai politik dan masuk jajaran pengurus Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Gerindra Pesisir Barat.

Menanggapi informasi yang berkembang di masyarakat itu, Edi Gunawan membantah mejadi pengurus partai politik (parpol). Dengan tegas dia menyatakan tidak pernah masuk pengurus parpol mana pun di Pesisir Barat.

"Jangankan di Gerindra, parpol manapun saya tidak masuk dalam kepengurusan parpol. Karena memang saya tidak pernah berniat masuk kepengurusan parpol," tegas Edi di Krui, Selasa (8-10-2019).

Namun, Edi menjelaskan, pada pemilu serentak April 2019, dia menerima mandat dari DPC Gerindra Pesibar untuk menjadi saksi dari partai tersebut.

"Menjadi saksi sifatnya hanya sekali itu saja. Artinya, selesai pemilu, maka selesai juga tugas saya sebagai saksi," lanjutnya.

Masih kata Edi, justru sebelumnya dalam Pemilukada Pesibar 2015 lalu, dirinya sempat menjadi penyelenggara pemilu yakni sebagai Panitia Pemungutan Suara (PPS) Pekon Kampungjawa Kecamatan Pesisir Tengah. "Saya siap membuktikan secara resmi bahwa saya tidak pernah masuk dalam kepengurusan parpol," pungkasnya.

Karena itu, Edi berniat mengambil langkah hukum terhadap pihak yang melaporkan dia menjadi pengurus parpol. Laporan ini, kabatanya, sampai ke KPU-RI, KPU Provinsi Lampung, dan Bawaslu Provinsi Lampung.

"Besar kemungkinan akan kami laporkan ke pihak kepolisian, karena ini sudah mencemarkan nama baik dan menimbulkan banyak kerugian," katanya.

Pengakuan Edi dibenarkan Sekjen DPC Gerindra Pesibar, Martin Sofyan. Menurut Martin, Edi Gunawan tidak pernah masuk pengurus Partai Gerindra, baik di tingkat DPC hingga tingkat paling bawah.

Namun, Edi Gunawan pernah diberi mandat sebagai saksi pada pemilu serentak April lalu. "Edi tidak pernah masuk kepengurusan Partai Gerindra. Hanya dia pernah diberi mandat sebagai saksi yang bertugas di bidang Informasi Teknologi (IT), karena memang Edi mempunyai kemampuan di bidang itu," terang Martin.

"Bisa dicek juga di data Sipol KPU terkait daftar kepengurusan partai, bahwa memang tidak ada nama Edi Gunawan dalam kepengurusan DPC Partai Gerindra Pesibar," ujarnya.

Sementara itu, Ketua Bawaslu Pesibar, Irwansyah, menyatakan menerima mandat partai sebagai saksi pemilu, tidak bisa dikategorikan sebagai pengurus parpol. "Ya, kalau cuma saksi belum bisa dikatakan anggota atau pengurus parpol. Menjadi saksi bisa dibilang pekerjaan musiman," kata Irwansyah.

Menurut dia, seseorang yang menjadi anggota atau pengurus parpol sudah tentu mengantongi Kartu Tanda Anggota (KTA), memiliki Surat Keputusan (SK), dan bisa dicek di data sipol KPU. (ina).




BERITA LAINNYA

Terpopuler