{{ message }}

Kronologi OTT Bupati Lampung Utara, Tim KPK Sempat Terhambat Masuk Rumah Agung

Selasa, 8 Oktober 2019 - 11:02:14 AM | 133 | Hukum

Kronologi OTT Bupati Lampung Utara, Tim KPK Sempat Terhambat Masuk Rumah Agung
Wakil Ketua KPK Basaria Pandjaitan dan Kepala Biro Humas KPK Febri Diansyah. Foto. Ist.

INILAMPUNG.com - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menggelar konferensi pers hasil operasi tangkap tangan (OTT) KPK di Lampung Utara (Lampura) pada Ahad (6-10-2019), malam.

Konferensi pers yang berlangsung di Gedung KPK Jakarta, Senin (7-10-2019) malam, Wakil Ketua KPK Basaria Pandjaitan, didampingi Kepala Biro Humas KPK Febri Diansyah.

Basaria Pandjaitan menjelaskan kronologi OTT Bupati Lampura Agung Ilmu Mangkunegara itu berawal dari informasi yang diterima KPK tentang akan adanya transaksi penyerahan uang terkait dengan proyek di Dinas Perdagangan Lampura.

KPK kemudian menindaklanjuti informasi itu dengan mengirimkan tim menuju lokasi transaksi. "Tim dari KPK langsung bergerak ke rumah dinas bupati dan menangkap RSY (orang kepercayaan bupati) sekitar pukul 18.00 WIB,” kata Basaria.

Menurut dia, penyidik mengalami sedikit kendala ketika hendak masuk ke rumah dinas bupati karena ada beberapa pihak yang tidak kooperatif.

Namun, akhirnya Tim KPK bisa masuk rumah dan menangkap Bupati Lampura sekitar pukul 19.00 WIB. Selain itu, KPK juga mengamankan yang sebesar Rp200 juta yang ada di kamar bupati di rumah dinas.

Operasi KPK kemudian menuju rumah WHN, Kepala Dinas Perdagangan Lampura, sekaligus mengamankan WHN sekitar pukul 20.00 WIB.

Sementara itu, dalam waktu hampir bersamaan, Tim KPK yang lain mengamankan SYH, Kepala Dinas PUPR Lampura di rumahnya. SYH ditangkap sekitar pukul 20.35 WIB. "Dari SYH, tim mengamankan uang Rp38 juta yang diduga terkait proyek,” ujarnya.

Secara paralel, tim lain mengamankan RGI, selaku pihak swasta di rumahnya pada pukul 21.00 WIB. “Kemudian secara terpisah, tim lain bersama RSY, orang kepercayaan Bupati kembali ke rumahnya dan mengamankan uang sebesar Rp440 juta pada 00.12 WIB,” jelasnya.

Tim kemudian mengamankan CHS, dari pihak swasta, pada Senin dini hari pukul 00.17 di rumahnya. “Terakhir, tim mengamankan FRA (kepala seksi jembatan dan jalan Dinas PUPR) sekitar pukul 00.30 WIB. Dari FRA, tim mengamankan uang Rp50 juta yang diduga terkait proyek,” jelasnya.

Tujuh orang yang diamankan tersebut langsung dibawa ke Jakarta menuju Kantor KPK melalui darat.

Selain penangkapan bupati dan sejumlah pejabat Pemkab Lampura, kata dia, HWS dari pihak swasta menyerahkan diri ke Polres Lampura pada Senin (7-10) pukul 08.00 WIB.

Polres Lampura kemudian membawa HWS ke Polda Lampung, sebelum akhirnya HWS diantarke Gedung Merah Putih KPK Jakarta dan tiba pukul 18.30 WIB.

“Dari seluruh rangkaian OTT tersebut, total uang yang diamankan Tim Penindakan KPK adalah Rp728 juta,” demikian Basaria Pandjaitan. (red).





BERITA LAINNYA

Terpopuler