{{ message }}

Isbedy dan Wiyadi Jadi Narasumber Diskusi Milenials

Rabu, 9 Oktober 2019 - 08:30:05 AM | 173 | Pendidikan

Isbedy dan Wiyadi Jadi Narasumber Diskusi Milenials
Diksi Milenials menggelar diskusi. Foto. Ist.

INILAMPUNG.com - Diksi Milenials menggelar diskusi kaum milenial di Kafe Perut Bulat, Bandarlampung, Rabu (9/10-2019). Dengan narasumber Ketua DPRD Kota Bandarlampung Wiyadi dan sastrawan Isbedy Stiawan ZS.

Diskusi menyoal diksi milenial belakangan ini, Isbedy menjelaskan, sebagai "budaya" selalu bergerak dan berubah. Artinya tak statis.

Ia mencontohkan diksi puisi Amir Hamzah "aku manusia rindu rupa" sementara Chairil Anwar menggunakan "kalau sampai waktuku/kumau tak seoran kan merayu".


"Maka pada era 98 dengan bahasa sarkas saat berdemo, kini kaum mileneal punya diksi mileneal misal 'Biarkan Cintaku Kandas, KPK jangan'," jelas Isbedy.

Sementara Wiyadi menyetujui dengan diksi mileneal saat berdemo, karena zaman sudah berubah.

"Hanya apakah mahasiswa sudah membaca pasal perpasal yang ditolak? Itu penting," kata Wiyadi.

Pada kesempatan itu, kaum milenial memberi masukan. Lima mahasiswa memberi masukan pada anggota DPRD Kota Bandarlampung. Mereka mendapatkan kuota internet Rp100 ribu.

Masukan kaum milenial itu di antaranya, kinerja anggota dewan harus dengan hati.

Dalam berkerja, anggota DPRD Kota Bandarlampung hendaknya menggunakan hati atau kemanusiannya.

Dengan begitu, anggota DPRD dapat lebih mendengarkan aspirasi dan kebutuhan rakyat. (isb)



Terpopuler