{{ message }}

Cabuli Anak Tiri di Bawah Umur, SA Nyaris Dihakimi Massa

Jum'at, 6 September 2019 - 01:45:16 AM | 260 | Hukum

Cabuli Anak Tiri di Bawah Umur,  SA Nyaris Dihakimi Massa
SA ditangkap aparat Polsek Gadingrejo. Foto. Ist.

INILAMPUNG.com - Seorang pria 38 tahun berinisial SA, warga Kecamatan Gadingrejo, Kabupaten Pringsewu ditangkap polisi karena diduga melakukan pencabulan terhadap anak tirinya berusia 16 tahun berinisial ER.

Menurut Kapolsek Gadingrejo Polres Tanggamus Iptu Anton Saputra, tersangka ditangkap Unit Reskrim setelah polisi mendapatkan laporan Bhabinkamtibmas.

"Tersangka ditangkap kemarin, Kamis (5/9/19) pukul 01.00 Wib di rumahnya," ungkap Iptu Anton Saputra dalam keterangannya mewakili Plh. Kapolres Tanggamus AKBP Joko Bintoro, Jumat (6/9/19).

Sebelum penangkapan itu, tersangka nyaris dihakimi warga yang marah setelah mengetahui perbuatan SA terhadap anak tirinya. Namun warga berhasil ditenangkan Bhabinkamtibmas lalu tersangka dibawa ke Polsek Gadingrejo.

Anton Saputra menjelaskan, dari penangkapan itu terungkap sejumlah fakta bahwa tersangka dalam melakukan pencabulan hingga ancaman terhadap korban.

Peristiwa itu dilakukan tersangka pada Desember 2018 lalu sekitar pukul 15.30 Wib dirumahnya di Gadingrejo. "Saat korban pulang dari sekolah ketika ibunya tidak ada di rumah," terangnya.

Kapolsek Gadingrejo memaparkan sebelum kejadian, korban meminta uang kepada ayah tirinya untuk membeli keperluan sekolah. Saat itu tersangka memberikan uang yang diminta, tetapi setelah menyerahkan uang, pelaku menarik dan membekap mulut korban sambil mengancam menggunakan pisau.

"Korban yang diancam pisau dan akan dibunuh tidak dapat berbuat banyak sehingga terjadi pencabulan/persetubuhan. Lagi-lagi korban mengancam membunuh agar korban tidak menceritakan kepada orang lain," ungkap Iptu Anton.

Dia menambahkan, kecurigaan muncul dari ibu korban yang merasa aneh dengan prilaku anak gadisnya yang sering pergi dari rumah dan tidur di rumah saudaranya seperti takut berada di rumah.

"Puncaknya, ibu korban membujuknya, sehingga korban menceritakan kejadian tersebut. Lantas ibu korban kemudian melaporkan hal tersebut kepada pamong dan diteruskan ke Bhabinkamtibmas," jelasnya.

Iptu Anton Saputra menambahkan, dalam perkara tersebut pihaknya juga mengamankan barang bukti berupa 1 rok seragam SMP warna biru dan 1 buah pisau garpu dengan gagang kayu berikut sarung warna coklat yang dipergunakan mengancam korban.

Saat ini tersangka dan barang bukti diamankan di Polsek Gadingrejo Polres Tanggamus guna proses penyidikan lebih lanjut.

Atas perbuatannya tersangka dijerat pasal 76 D jo Pasal 81 ayat (1) dan (2) dan 76 E jo Pasal 82 ayat (1) perubahan UU Nomor 17 Tahun 2016 tentang Penetapan Pemerintah Pengganti UU Nomor 1 Tahun 2016 Tentang Perubahan Kedua atas UU Nomor 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak.

"Ancaman maksimal 15 tahun penjara ditambah 1/3 (sepertiga) dari ancaman pidana karena tersangka merupakan ayah tiri korban," imbuhnya.

Sementara tersangka mengakui semua perbuatannya, namun dia berdalih karena kesal kepada korban yang menyepelekannya.

"Iya saya akui sekali itu, karna saya kesal dia enggak mau saya nasehati. Bahkan dia pernah bilang, kenapa larang-larang, padahal saya bukan bapak kandungnya," ucap tersangka dihadapan penyidik.

Namun apapun itu, tersangka mengaku menyesali perbuatannya merusak masa depan korban hingga mengantarkannya ke balik jeruji besi. "Saya menyesal, saya mohon maaf telah khilaf," ucapnya. (rel/tyo).




BERITA LAINNYA

Terpopuler