{{ message }}

Selamatkan Rawa, Sejahterakan Petani

Minggu, 4 Agustus 2019 - 11:07:06 AM | 227 | Opini

Selamatkan Rawa, Sejahterakan Petani
Indonesia memiliki lahan rawa 33,4 juta hektare di Sumatera, Kalimantan, dan Irianjaya. Foto. Ist.

INILAMPUNG.com - Lahan rawa di Indonesia sekitar 33,4 juta hektare (ha), yang terdiri atas lahan rawa pasang surut sekitar 20 juta ha dan lahan lebak 13,4 juta ha. Tersebar di tiga pulau: Sumatera, Kalimantan, dan Irianjaya.

Kementerian Pertanian (Kementan) berupaya memanfaatkan potensi lahan rawa agar menjadi lahan yang produktif dengan meluncurkan program Serasi atau Selamatkan Rawa Sejahterakan Petani.

Melalui program itu, Badan Litbang Pertanian (Balitbangtan) telah melakukan berbagai langkah, seperti melakukan kegiatan demfarm (demonstrasi farming) dengan melibatkan petugas pendamping yang ditempatkan di lapangan, Banjarbaru, Kalimantan.

Salah satu upaya untuk mendorong keberhasilan program Serasi adalah melakukan penyusunan petunjuk teknis (juknis) yang berfungsi sebagai panduan bagi para petugas lapang.

“Sosialisasi Petunjuk Teknis Penelitian dan Pengembangan Demonstrasi Farm Program Serasi di Kalimantan Selatan” telah diselenggarakan di Aula Balittra. Kegiatan tersebut dirangkai dengan kunjungan lapang ke lokasi denfarm Jejangkit Muara, Kabupaten Baritokuala, Kalimantan Selatan.

Kepala Balai Besar Litbang Sumber Daya Lahan Pertanian (BBSDLP) Husnain, menyampaikan penghargraan kepada Pemda Kalsel dan Sumsel yang telah mendukung pelaksanaan program ini. Program ini merupakan ujung tombak dan menempati prioritas yang tinggi pada program Kementan.

“Serasi merupakan ujung tombak dan menempati prioritas yang tinggi program Kementan,” papar Husnain.

Dalam program Serasi ini, diturunkan 27 tenaga pendamping lapang di Kabupaten Baritokuala, dan 23 orang di Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI), Musibanyuasin, dan Banyuasin, Provinsi Sumatera Selatan.

Terhadap petugas pendamping lapang secara khusus Husnain berpesan tentang pentingnya peran dan keberadaan petugas pendamping. “Penugasan yang diberikan hendaknya dijadikan sebagai media pembelajaran dan ajang menggali ilmu dan pengalaman lapang sebaik-baiknya,” tandas Husnain.

Sementara Prof. Irsal Las menuturkan, bila Kementan berhasil dalam pengembangan rawa khususnya di Kalimantan, maka target lumbung pangan dunia 2045 akan dapat dicapai.

Menurut Irsal keberhasilan sebuah demfarm dicirikan oleh kelompok tani yang mencontoh teknologi pada denfarm dengan cara “learning by doing and learning by seeing” (belajar melalui bekerja dan belajar dengan melihat”), pemberdayaan petani melalui penerapan langsung teknologi rekomendasi.

Irsal menekankan, upaya fasilitasi pembelajaran bagi kelompok tani melalui penerapan teknologi yang sudah teruji agar mereka mampu menggunakan potensi yang dimilikinya dalam meningkatkan produksi dan produktivitas produk pertanian.

Kepala Balai Pengkajian Teknologi (BPTP) Kalsel, M. Yasin, menyampaikan bahwa penempatan setiap petugas lapang merupakan penugasan yang diberikan oleh negara melalui Kementan, khususnya Balitbangtan. Karena itu, setiap pegawai hendaknya selalu siap menerima penugasan yang diberikan oleh negara.

Pada kesempatan berbeda, Kepala Balai Penelitian Lahan Rawa, Hendri Sosiawan, mengungkapkan lahan yang dijadikan lokasi demfarm saat ini seluas 68 ha yang berada di kecamatan Jejangkit, Baritokuala. Mulai Agustus 2019 para petugas akan dipusatkan di lokasi denfarm Jejangkit.

Pada acara sosialisi ini disampaikan masing-masing materi Juknis secara ringkas yakni: Budidaya Padi Lahan Rawa Menggunakan Paket Teknologi RAISA oleh Nurwulan Agustiani dari BB Padi; Pengelolaan Lahan dan Air Menurut Karakteristik Hidrologis Rawa Pasang Surut di Kalimantan Selatan oleh Setiono Adi dari Balitklimat; Budidaya Hortikultura di Lahan Rawa Kalimantan Selatan oleh Yusdar dari Puslitbanghorti; dan Pengembangan Budidaya Itik di Lahan Rawa Kalimantan Selatan oleh Maijon Purba dari Balitnak.

Materi juknis lainnya yaitu Penguatan Kelembagaan Petani dan Pengembangan Pertanian Korporasi di Lahan Rawa Kalimantan Selatan oleh Hermanto dari PSEKP; Pengembangan Model Budidaya Ikan Ramah Lingkungan di Lahan Rawa oleh Retna Qomariah, dari Balittra; dan Bimbingan Teknis Pengembangan Pertanian Lahan Rawa mendukung Program Serasi oleh Saefoel Bachri.

Penyusunan Juknis sebagai upaya untuk mendorong percepatan dan keberhasilan pengembangan lahan rawa yang saat ini difokuskan di Kalimantan Selatan dan Sumatera Selatan. Kegiatan sosialisasi dilanjutkan dengan kunjungan lapang ke lokasi denfarm Jejangkit yang melibatkan semua petugas lapang dan nara sumber. Inilah salah satu upaya menserasikan Program Serasi. (rel).

Penulis: Saefoel Bachri dan Likco Desvian H (Balitbangtan-Kementan)

 




BERITA LAINNYA

Terpopuler