{{ message }}

PTPN VII Raih Penghargaan Terbaik dari BPS Lampung

Selasa, 13 Agustus 2019 - 07:47:55 AM | 145 | Bisnis

PTPN VII Raih Penghargaan Terbaik dari BPS Lampung
M Nugraha dan Taufik Hidayat. Foto. Ist.

INILAMPUNG, Bandarlampung - Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Lampung menobatkan PT Perkebunan Nusantara (PTPN) VII sebagai perusahaan perkebunan dengan tingkat ketepatan dan kelengkapan data statistik terbaik di Lampung pada 2019.

Penghargaan itu diserahkan Asisten Setda Provinsi Lampung Taufik Hidayat kepada M. Nugraha, mewakili Direksi PTPN VII dalam Workshop Perusahaan Perkebunan Tahun 2019 di Bandarlampung, Selasa (13/8/19).

Dalam sambutannya, Taufik Hidayat mengatakan, data yang valid bagi suatu organisasi bisnis memiliki fungsi yang amat strategis. Setiap kali akan membuat kebijakan dan keputusan, seorang pimpinan organisasi membutuhkan data yang akurat.


“Satu data saja yang tidak akurat yang dipakai seorang decision maker untuk membuat kebijakan, imbasnya bisa sangat besar dan luas. Tak peduli itu perusahaan jasa maupun industri agro, salah menyebut kode unsur kimia dari pupuk yang akan diaplikasikan, misalnya, bisa berakibat kematian tanaman. Akibat lanjutannya, tidak panen. Kalau tidak panen, karyawan tidak gajian dan perusahaan bangkrut. Itu contoh akibat kesalahan data,” kata dia.

Dalam konteks penghargaan ini, Asisten Gubernur Lampung itu berterima kasih kepada BPS. Dengan membuat penilaian dan evaluasi berkala terhadap penyediaan data yang disampaikan, kata dia, BPS secara otomatis telah memberi pembinaan dan pendampingan kepada perusahaan untuk tertib dalam soal data.

Kepala BPS Provinsi Lampung Yeane Irmaningrum mengatakan, sebagai lembaga negara yang mendapat tugas mencatat dan melaporkaan setiap data penyelenggaraan pemerintahan, pihaknya konsisten melakukan pembinaan.

Penghargaan yang disampaikan kepada para stakeholder adalah hasil dari survei yang dilakukan berkala bersamaan dengan pelaksanaan tugas pencatatan data.

Dalam workshop yang diikuti para praktisi perkebunan di Lampung, M. Nugraha yang menjabat sebagai Manajer Proyek Aplikasi Enterprise Resource Planning (ERP) PTPN VII memberi orientasi soal sistem manajemen perencanaan dalam suatu perusahaan. Mengambil sampel di PTPN VII yang sejak 2018 menggunakan ERP dari SAP HANA, Nugraha mengurai kompleksitas permasalahan manajemen di perusahaan yang bisa dikelola secara integratif.

“Di era digital dan zaman keterbukaan informasi saat ini, ERP adalah jawaban bagi suatu sisten organisasi. Dengan ERP, setiap pergerakan dan aktivitas, seberapapun kecil dan sederhananya, tercatat menjadi data digital. Setiap data dari departemen yang dimasukkan akan diolah sedemikian rupa sehingga setiap saat dibutuhkan akan bisa diakses secara online. Semua data terintegrasi,” kata dia.

Kaitannya dengan BPS, Nugraha mengatakan ketersediaan data yang dimiliki oleh PTPN VII menjadi alasan untuk mendapatkan penghargaan. Menurut dia, pihaknya bisa setiap saat menyajikan data secara real time ketika dibutuhkan.

“Kalau data yang dibutuhkan BPS kan lebih sederhana dibandingkan dengan data yang kami miliki secara keseluruhan. Jadi, kami tidak terlalu kesulitan untuk menyediakan data yang diminta BPS. Kami (PTPN Holding) juga sudah punya MoU dengan BPS untuk penyediaan, pemanfaatan, dan pengembangan data dan informasi statistik pertanian,” kata dia.

Nugraha menambahkan, pihaknya juga telah melaksanakan pelatihan sistem aplikasi SKB BPS online untuk ToT (trainer of training) atau key user. Kick off pengimputan aplikasi SKB online PTPN input data mulai Januari 2019.

Sementara itu, Kabid Statistik Produksi BPS Lampung Wiyana Suharyati, menjelaskan tentang pemanfaatan data perkebunan menghasilkan data publikasi statistik perkebunan. Menurutnya, subsektor Perkebunan memberikan kontribusi cukup besar terhadap PDB. Yakni, sekitar 3,30 persen pada tahun 2018 atau merupakan urutan pertama dikelompok ekonomi makro, Pertanian, Kehutanan, dan Perikanan.

“Pada tahun 2018, Laju Pertumbuhan Produk Domestik Regional Bruto Tanaman Perkebunan mengalami kenaikan sebesar 3,42 persen dibandingkan tahun sebelumnya,” kata dia. (rls).



Terpopuler