{{ message }}

Politisi PKS Luncurkan Buku `Pengabdian Itu tak Terbatas`

Kamis, 8 Agustus 2019 - 06:50:58 AM | 180 | Politik

Politisi PKS Luncurkan Buku `Pengabdian Itu tak Terbatas`
Muchlas E. Bastari. Foto. Ist.

INILAMPUNG.com - Muchlas E. Bastari, anggota DPRD Kota Bandarlampung Luncurlan Buku “Pengabdian Itu tak Terbatas” di ruang Fraksi PKS Bandarlampung, Kamis (8/8) pukul 11.00 WIB.

Buku yang ditulis oleh sastrawan senior Lampung Isbedy Stiawan ZS dan politisi Golkar Iberahim Bastari ini berisi tentang kiprah seorang MEB–sapaan akrab Muchlas semasa dirinya mengabdi sebagai seorang legislator DPRD Kota Bandarlampung, berikut dengan testimoni dan tanggapan orang-orang sekitarnya.

Dalam sambutan acara peluncuran buku tersebut, Isbedy menyatakan buku ini menarik lantaran menjadi sebuah pembelajaran politik.


“Penyusunan buku ini dari awal status FB MEB pada Mei 2019. Dalam status itu ia menyatakan legawa dan menyatakan kalah dalam pileg 2019 lalu. Ini merupakan potret kesatria politisi. Dalam berpolitik bagian dari ksatria. Maka ini menjadi dalam pembelajaran,” ungkap Isbedy.

Buku ini tidak pernah sempurna, tapi ini menjadi pelajaran dan pengajaran. “Dalam berpolitik mari kita bertanding mari bersanding, mari kita berlawan, mari kita berpelukan. Sifat seperti ini harus terus ditingkatkan,” terangnya.

Dalam buku inijuga ada bagian datang muka tampak muka dan pergi tampak punggung. “Ini menggambarkan kiprah MEB menjadi DPRD Bandar Lampung hingga satu periode atau lima tahun terekam dalam buku ini,” tandasnya.

Sementara, Muchlas menjelaskan bahwa buku yang disusun oleh sastrawan Lampung Isbedy Stiawan ZS dan Iberahim Bastari mendapat persetujuan khusus dari dirinya, sebagai kenang-kenangan menjelang akhir masa jabatan di DPRD Kota Bandarlampung akhir Agustus mendatang.

“Buku ini kilas balik saya selama 5 tahun di DPRD Kota sebagai anggota Dewan dari PKS. Apa yang sudah saya lakukan selama mengabdi sebagai wakil rakyat,” katanya.

Dikatakannya juga, bukunya itu berisi pemberitaan media tentang kiprahnya, testimoni sejumlah tokoh dan masyarakat, serta dari keluarga.

“Selain memuat foto-foto aktivitas saya selama di Dewan. Penutup adalah tulisan semi biografi yang ditulis bang Isbedy Stiawan ZS," jelas MEB. (red).




BERITA LAINNYA

Terpopuler