{{ message }}

Sungai yang Kekeringan Jadi Tempat Upacara Kemerdekaan

Sabtu, 17 Agustus 2019 - 07:27:38 AM | 239 | Pendidikan

Sungai yang Kekeringan Jadi Tempat Upacara Kemerdekaan
Upacara HUT ke-74 Kemerdekaan Indonesia di Sungai Way Bulog. Foto. Tyo.

INILAMPUNG, Pringsewu--Peringatan Hari Kemerdekaan ke-74 Republik Indonesia di Pekon Bulokarto, Kecamatan Gadingrejo, Kabupaten Pringsewu, tergolong unik. Masyarakat memanfaatkan Sungai Way Bulog yang kering akibat kemarau untuk menggelar upacara bendera.

Seperti umumnya upacara yang digelar setiap 17 Agustus. Pada Sabtu (17/8/2019), masyarakat Bulokarto memulai upacara pukul 08.15 WIB. Upacara pengibaran bendera dan pembacaan Teks Proklamasi dipimpin inspektur upacara Pj Kepala Pekon Bulukarto Kuncoro.

Para petugas, terdiri dari unsur masyarakat yang ada di Pekon tersebut seperti Kelompok Tani Wanita (KWT), Gabungan kompok tani, masyarakat PSHT, Peserta Didik SDN 1 Bulukarto, Muslimat NU serta masyarakat Pekon Bulokarto.


Hal itu mulai dari persiapan beberapa hari sebelumnya, momen itu sempat viral diunggah di media sosial. Sebab unik dan menarik, masyarakat berinisiatif menggunakan sungai yang kering untuk upacara bendera hari kemerdekaan.

Bahkan saat berlangsungnya upacara itu, sempat sedikit membuat macet di jembatan Way Bulok, karena banyaknya masyarakat dengan mengendarai sepeda motor, parkir berhenti dibahu jalan yang sengaja menonton momen langka dan unik itu.

Mereka mengabadikan melalui ponselnya masing-masing. Terlihat juga para pengendara mobil dan Bus berjalan perlahan, para penumpangnnya juga mengabadikan momen itu. Usai upacara berlangsung, panitia juga menyediakan makanan yang telah disediakan panitia.

Diketahui, kondisi Sungai Bulok berkedalaman sekitar 6-8 meter dari tanggul ke dasar sungai, lebar sekitar 30-50 meter. Aliran sungai itu dari berasal dari Way Tebu dan Rawa Kijing.

Usai upacara, Kuncoro didampingi Ketua Kelompok Tani Makmur Pekon Bulukarto Doni Febriantoko, menjelaskan alasan masyarakat memanfaatkan sungai bulok sebagai tempat upacara, adalah selain untuk memeriahkan HUT RI sekaligus untuk bersih bersih sungai.

“Kami bersama masyarakat juga melakukan kegiatan bersih bersih sungai yakni mengangkut sampah yang berceceran di sungai bulok ini,"ungkap Kuncoro.

Sedang Doni Febriantoko menambahkan, pada upacara itu diikuti lebih dari 200 petani."Ada tujuh kelompok tani dan tiga KWT, masing-masing mengirim 20 orang perwakilan,"jelasnya.

Di sisi lain Doni megatakan, dengan kondisi selalu keringnya sungai Way Bulok dimusim kemarau dari hulu Way Tebu, maka para petani di Bulukarto dan sekitarnya meminta perhatian Pemerintah Daerah Kabupaten Pringsewu untuk mengatasi dan membuat solusinya.

"Kami dan para petani mengharapkan ada solusi terbaik dalam menghadapi musim kemarau yang berkepanjangan ini yang sering gagal panen (puso),”tegas Doni Febriantoko. (tyo).



Terpopuler