{{ message }}

Jaksa Tuntut Khamami 8 Tahun Penjara dan Dicabut Hak Politiknya

Kamis, 15 Agustus 2019 - 07:27:53 AM | 172 | Hukum

Jaksa Tuntut Khamami 8 Tahun Penjara dan Dicabut Hak Politiknya
Khamami, bupati nonaktif Mesuji (berkacamata). Foto. momentum.

INILAMPUNG, Bandarlampung--Bupati Nonaktif Mesuji, Khamami dituntut hukuman delapan tahun penjara dan dicabut hak politiknya selama empat tahun.

Selan itu, Jaksa Penuntut Umum (JPU) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) juga meminta hakim menjatuhkan hukuman denda sebesar Rp300 juta subsider lima bulan kurungan kepada Khamami.

Tuntutan itu disampaikan JPU KPK Wawan Yunarwanto dalam sidang kasus korupsi proyek infrastruktur di Dinas PUPR Kabupaten Mesuji di Pengadilan Negeri Tipikor Tanjungkarang, Kamis (15-8-2019). Sidang diketuai Majelis Hakim Siti Insirah.

Sementara terhadap terdakwa Taufik Hidayat --adik Khamami, Jaksa KPK menuntut hukuman selama 6 tahun penjara dan denda Rp100 juta subsider dua bulan kurungan.

Menurut Jaksa Wawan Yunarwanto, Khamami dan Taufik Hidayat melakukan tindak pidana sesuai Pasal 12 huruf a UU Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) sebagaimana telah diubah dengan UU Nomor 20 Tahun 2001 tentang Jo Pasal 55 ayat (1) Ke-1 KUHP Jo Pasal 65 ayat (1) KUHP.

Wawan menyebutkan, pertimbangan yang meringankan tuntutan, kedua terdakwa berlaku sopan dalam persidangan dan punya tanggungan keluarga.

Sedang yang memberatkan, Khamami sebagai kepala daerah tidak mendukung program pemerintah yang bersih dari Korupsi Kolusi dan Nepotisme. Sebagai kepala daerah dengan kewenangan yang dimiliki seharusnya berperan aktif mencegah praktek korupsi.

Dalam dakwaan terpisah, dalam kasus yang sama, Jaksa KPK juga Sekretaris Dinas (Sekdis) PUPR Mesuji, Wawan Suhendra.

Terhadap Wawan Suhendra, jaksa menuntut hukuman lima tahun penjara dan denda Rp200 juta subsider tiga bulan kurangan. Menurut Jaksa, Wawan terbukti melakukan korupsi seperti diatur dalam undang-undang Tipikor.

Terhadap tuntutan itu, Wawan Suhendra akan mengajukan pembelaan pada sidang selanjutnya pada Kamis (22-8-2019) mendatang. (ilc2).




BERITA LAINNYA

Terpopuler