{{ message }}

Demo BEM Unila: Jangan Beli Rektor dalam Karung!

Jum'at, 9 Agustus 2019 - 01:42:13 AM | 230 | Pendidikan

Demo BEM Unila: Jangan Beli Rektor dalam Karung!
Demo BEM Unila di depan rektorat. Foto. Ist.

INILAMPUNG.com - Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Univeristas Lampung (Unila) pada Jumat, 9 Agusuts 2019, pagi menggelar aski kawal pemilihan rektor di depan Gedung Rektorat Unila.

Dalam aksinya, sejumlah mahasiswa tampak mengenakan topeng bergambar calon rektor Unila. Mereka lalu berorasi dengan memerankan diri sebagai rektor dan calon rektor.

Para calon rektor yang akan maju dalam pemilihan Rektor Unila mendatang adalah Muhammad Kamal, Karomani, Bujang Rahman, Satria Bangsawan, dan Irwan Sukri Banuwa.


Selain itu, sebagian mahasiswa membentangkan spanduk warna putih bertuliskan: Dicari Rektor yang Siap Bertemu Mahasiswa.

Tulisan bernada protes juga terpampang di tugu depan Rektorat Unila. Sepanduk warna putih yang menutup bagian atas tugu memuat tulisan: Jangan Beli Rektor dalam Karung.

Menurut seorang mahasiswa yang juga pengurus BEM, Anisya, aksi mahasiswa itu dinilai sebagai bentuk kekecewaan terhadap proses pemilihan rektor yang dinilai tidak transparan sehingga diibaratkan seperti membeli rektor dalam karung.

Hal ini terbukti hingga kini belum tampak hal-hal yang berkaitan dengan upaya pengenalan pribadi maupun program-program yang diusung oleh masing-masing calon rektor kepada civitas akademika Unila.

"Para calon rektor fokus kepada perolehan suara oleh Kemenristek Dikti yang memberikan sumbangsih sebesar 35 persen tanpa membangun komunikasi terhadap civitas akademika khususnya mahasiswa di tiap fakultas yang ada," kata dia..

Melihat visi misi Unila, yang memiliki cita-cita untuk menjadi top ten University bukan suatu hal yang main-main. Namun sepertinya calon rektor masih belum serius menanganinya, karena kemajuan Unila membutuhkan campur tangan dan bantuan civitas akademika di berbagai elemen.

"Kami akhirnya paham bahwa mengawal proses pemilihan rektor sangatlah penting. Ini menyangkut hajat hidup semua yang berada didalamnya. Kami butuh rektor yang memiliki wawasan dan jaringan luas serta bisa merangkul semua golongan, tidak anti gerakan mahasiswa dan memiliki integritas dan perilaku yang baik," kata Presiden Mahasiswa BEM U KBM Unila Fajar Agung Pangestu.

Menurut Fajar, jika senat tidak serius dalam pelaksanaan pemilihan rektor, "Kami segel ruang senat. Jika calon rektor yang tidak serius membangun Unila, kami akan buat lautan massa untuk meminta komitmen dari semua calon rektor yang ada." (red).



Terpopuler