{{ message }}

Ilegal, KPK Minta Wisata Tegal Mas Ditutup

Selasa, 30 Juli 2019 - 09:41:05 AM | 1364 | Travelling

Ilegal, KPK  Minta Wisata Tegal Mas Ditutup
Tempat wisata Tegal Mas di Teluk Lampung, Pesawaran. Foto. Ist.

INILAMPUNG.Com -- Kawasan wisata laut Tegas Mas belum mengantongi izin pemerintah atau ilegal. Pengusaha wisata harus memiliki izin lokasi dan izin pengelolaan wilayah pesisir dan pulau-pulau kecil (WP3K), sebelum membuka usahanya.

Koordinator Wilayah Satgas Koordinasi dan Supervisi Pencegahan Korupsi Perwakilan Wilayah III, Dian Patria, menyatakan telah memasang plang segel serupa pengumuman, pada tanggal 7 Juli 2019.

Namun, dalam hitungan jam, papan tersebut dibakar orang. Pihal Pemprov Lampung juga mencopot plang nama Tegal Mas dan membongkar loket karcisnya.

Sebuah plang segel yang terbuat dari benner dan disanggah kayu di Dermaga Marita Sari untuk larangan menyeberang ke pulau yang berada di Teluk Lampung, Kabupaten Pesawaran, Provinsi Lampung.

Tulisan plang putih bertuliskan huruf merah: Dilarang Keras Menyeberang Ke Pulau Tegal Dari Lokasi Ini.

Dari kasus perizinan itu, Pemda, dihadiri instansi terkait, termasuk KPK terakhir menggelar rapat khusus. Hasil  rapat memutuskan beberapa poin yang harus dipatuhi pihak pengelola wisata yang membandel tersebut.

Diantaranya:

1. Wajib Melengkapi dokumen perizinan atas aktivitas usaha.
2. Menghentikan pembangunan, kegiatan reklamasi dan kegiatan lainnya sampai terbitnya perizinan.
3. Menghentikan penyebrangan dari dan di Pulau Tegal dari Pantai Marita Sari, karena masih ada penyebrangan dari pantai Sari Ringgung.
4. Tidak memungut biaya tarif ke pantai Tegal Mas (sebelum ada perizinan).
5. Bersedia membayar pajak segala aktivitas yang ada di tempat tersebut. Hotel, restoran, air dan sebagainya).

"Jika masih dilanggar, bakal disegel," ujar Kepala Koordinator Wilayah Satgas Koordinasi dan Supervisi Pencegahan Korupsi Perwakilan Wilayah III, Dian Patria, kepada wartawan beberapa hari lalu.

Menurut Dian---didalam rapat Pemda--sempat terungkap belum adanya izin yang dimiliki pihak pengusaha Tegalmas, lebih kepada Pemprov yang terlambat merespons izin-izin usaha yang diajukan pengelola. "Di rapat, alasannya Provinsi lambat merespon pelaku usaha," katanya.

Klaim Milik Pengusaha Babay Chalimi
Selain kasus perizinan, pulau seluas 60 Ha itu ternyata sedang silang sengkarut soal sengketa kepemilikan.

Babay Chalimi, bos PT. Andatu Plywood Lestari, mengklaim bahwa dirinya merupakan pemilik sah tanah seluas 60 hektar yang ada di pulau tersebut. Padahal, kini wisata laut itu diketahui milik Thomas Azis Rizka--- seorang pengusaha muda yang kini beralih ke usaha restoral, dan perhotelan.

Hal ini berdasarkan bukti penyerahan dari pemilik sebelumnya yang juga pemegang sertifikat lahan tersebut atas nama Kohar Widjaya alias Athiam yang diterimanya tanggal 16 Februari 2004 silam.

Pemilik Wisata Tegal Mas, Thomas Rizka kepada wartawan mengakui usahanya memang belum berizin.

Thomas Aziz Riska, selaku pemilik dan pengelola Tegal Mas, mengaku siap menjalankan hasil rapat, dan arahan dari KPK, terutama Pengurusan, pengelolaan wilayah pesisir dan pulau-pulau kecil (WP3K), dari Pemprov Lampung, untuk wisata Tegal Mas.

Dia menyatakan jika upaya perizinan sebenarnya sudah diajukan setahun yang lalu, sayang tidak ada tanggapan dari Pemprov Lampung. (dbs/inilampung.com)

 

 



Terpopuler