{{ message }}

Tersangka yang Ditembak Polisi Akhirnya Tewas, Ini Penjelasan Polda

Selasa, 9 Juli 2019 - 01:46:48 AM | 188 | Hukum

Tersangka yang Ditembak Polisi Akhirnya Tewas, Ini Penjelasan Polda
Kombes Pol Zahwani Pandra Arsyad. Foto. Ist.

INILAMPUNG.com - Video aksi penembakan dari jarak dekat diduga dilakukan oleh oknum polisi terhadap tersangka pencuri sepeda motor. Video ini beredar luas dan menjadi perbincangan masyarakat.

Dalam video tersebut terlihat pria --yang diduga tersangka pencuri sepeda motor-- dipegang oleh dua orang pria.

Pelaku sempat meminta ampun sesaat usai pria lainnya yang mengenakan kaos dan celana jeans berhasil merampas senjata api yang ada di pinggang pelaku.

Selanjutnya pria berkaos itu mengambil senjata api tersebut mengantongi senjata api pelaku. Sementara tangan kanannya terus memegang senjata api revolver.

Pelaku terlihat pasrah tak melawan. Namun tiba-tiba senjata api yang dipegang pria berkaos tersebut ditembakkan ke kaki kanan pelaku.

Kabid Humas Polda Lampung Kombes Pol Zahwani Pandra Arsyad membenarkan pria berkaos tersebut merupakan anggota jajaran Polda Lampung yang sedang bertugas.

"Jadi anggota Polda Lampung sedang menjalankan Operasi Sikat Krakatau 2019 yang berlangsung 14 hari, dari tanggal 5 Juli hingga 20 Juli," ujar Pandra seperti diberitakan media siber harianmomentum, Senin (8-7-2019).

Pandra menuturkan, dalam operasi sikat Krakatau ini, yang menjadi target jajarannya ialah target operasi (TO) para pelaku C3 (Curat, Curas, Curanmor).

"Kemarin (dalam video) keberhasilan Polres Lampung Timur menangkap pelaku kambuhan, yang sudah sering beraksi di luar kota dan sering menggunakan senjata api untuk melawan korbannya. Pelaku ini memang sudah sangat meresahkan warga," bebernya.

Pandra menjelaskan, rekaman yang terlihat pada video tersebut merupakan kejadian pada hari Sabtu (6-7-2019 lalu. Jajarannya saat itu sedang melakukan pengejaran terhadap pelaku Muhammad Yoga Aditya (24) sesuai TO.

"Kemudian secara kebetulan pelaku bersama rekannya yang berhasil melarikan diri melakukan aksinya di depan Multimart (minimarket)," ungkapnya.

Saat itu, kata Pandra, anggotanya memergoki kedua pelaku yang tengah beraksi. Ketika dipergoki warga dan anggota polisi, pelaku sempat membuang tembakan ke arah warga, sehingga keadaan sempat memanas.

"Untuk itu petugas melakukan tindakan tegas terukur untuk melumpuhkan pelaku untuk melumpuhkan pelaku karena situasi sudah terdesak," imbuhnya.

Pandra menegaskan, petugas terpaksa melepaskan tembakan karena dikhawatirkan pelaku masih membahayakan.

"Pelaku ini membawa senjata api, dan dari tangan pelaku didapati sebuah senjata api dengan empat butir peluru aktif beserta satu selongsong peluru," ungkapnya.

Pandra menambahkan, berdasarkan penyelidikan, pelaku sudah melakukan kejahatan diberbagai tempat.

"Yang sudah teridentifikasi yakni di Yosodadi Metro Timur dengan barang bukti Honda Beat merah putih, lalu Sekampung Lampung Timur barang bukti Honda Beat Silver," terangnya.

Selanjutnya Pandra juga membenarkan jika pelaku Muhammad Yoga Aditya akhirnya meninggal dunia pada Minggu (7-7-2019) usai menjalani pengobatan di RSUD Sukadana.

"Ya jadi dibawa ke rumah sakit Sukadana, namun keesokan harinya tanggal 7 Juli 2019, pukul 9.30 wib dinyatakan oleh tim medis meninggal dunia," bebernya.

Pandra mengungkapkan, saat ini Tim Propam Polda Lampung melakukan audit ke Polres Lampung Timur, terlepas dari apakah tindakan petugas tersebut menyalahi SOP atau tidak. (red).




BERITA LAINNYA

Terpopuler