{{ message }}

Okta Kurniawan Jadi Sekretaris Perusahaan PTPN VII

Kamis, 11 Juli 2019 - 06:01:10 AM | 178 | Bisnis

Okta Kurniawan Jadi Sekretaris Perusahaan PTPN VII
Muhammad Hanugroho (berkacamata), kanan Okta Kurniawan, Tri Widiyanto. Foto. Ist.

INILAMPUNG.com - Manajemen PT Perkebunan Nusantara (PTPN) VII mengangkat Okta Kurniawan sebagai sekretaris perusahaan menggantikan Agus Faroni.

Mantan Manajer PTPN VII Unit Betung itu menggantikan Agus yang dimutasikan sebagai Kepala Bagian Satuan Pengawas Internal (SPI).
Pelantikan dan serah terima jabatannya berlangsung pada Rabu (10/7/19) di Kantor PTPN VII Bandarlampung.

Pada kesempatan yang sama, manajemen juga melantik Tri Widiyanto menjadi Pejabat Sementara (Pjs) Manajer Kebun Bungamayang PT Buma Cima Nusantara (BCN), anak perusahaan PTPN VII.


Direktur Utama PTPN VII Muhammad Hanugroho dalam sambutannya mengatakan, tugas sekretaris perusahaan adalah tandem manajemen dan harus mengerti semua aspek di perusahaan secara detail dan update.

“Tugas corporate secretary (sekretaris perusahaan) itu sangat banyak. Dia harus tahu persis kondisi perusahaan secara umum dan update perkembangan setiap progres perusahaan secara cepat. Sebab, setiap saat dia akan menjadi tempat bertanya bagi BOD (board of direction) ketika akan mengambil kebijakan dan keputusan. Telat informasi akan men-delay kebijakan. Salah informasi, itu akan lebih fatal lagi,” kata ujar dirut yang biasa dipanggil Oho ini.

Lebih jauh, dia mengatakan sekretaris perusahaan adalah public relation sekaligus manajemen relation, penghubung perusahaan dengan masyarakat umum maupun perusahaan. Untuk bisa menjadi pelayan informasi yang baik, kata dia.

Seorang sekretaris perusahaan diberi hak untuk bertanya dan terus menggali informasi perkembangan terkini di semua lini. “Jadi, kepada Pak Okta yang menjadi corporate secretary yang baru, kami BOD memberi hak kepada anda untuk menanyakan perkembangan setiap waktu kepada seluruh bagian di perusahaan ini. Termasuk pada anak perusahaan seperti perkembangan PT BCN dan yang lain.

Kalau perlu setiap hari ditanyakan progressnya. Sebab, kalau ada klien, investor, wartawan, atau bahkan pemegang saham tanya progress tapi kita baru mau nanya ke bagian terkait, itu fungsi humas kita sudah tidak jalan. Apalagi ada suatu insiden. Oleh sebab itu, saya minta corporate secretary tanya terus ke kabag dan lainnya,” kata dia.

Kepada para pejabat yang dilantik, Oho juga berpesan agar menjalankan tugasnya dengan kesungguhan hati dan kemampuan. Manajemen mempunyai ekspektasi yang tinggi ketika memberikan jabatan dengan tanggung jawab kepada setiap personel.

Pihaknya juga sudah membuat pertimbangan komprehensif atas pilihan personel yang ditempatkan. Rotasi jabatan saat ini dalam kondisi perusahaan yang sangat riskan. Yakni, ketika segenap resources digerakkan dengan sepenuh energi untuk segera bangkit.

"Itu sebabnya kami memilih anda dengan penuh pertimbangan, kompetensi dan attitude. Jadi, saya sampaikan selamat bekerja dengan penuh kesungguhan,” kata dia.

Usai pelantikan, seluruh pemangku jabatan baru melakukan penanda tanganan pakta integritas. Pesan yang disampaikan dalam pakta itu adalah komitmen yang kuat terhadap tugas dan kewajiban mengemban amanah dengan penuh dedikasi.

Usai serah terima jabatan, Okta Kurniawan mengaku tertantang dengan tugas barunya. Ia mengakui belum punya pengalaman dengan tugasnya sebagai humas untuk suatu perusahaan sebesar PTPN VII.

Namun, pengalamannya menjadi manajer di beberapa unit bisnis PTPN VII telah memberi pelajaran tentang bagaimana seluk beluk membangun relasi positif dengan berbagai kalangan.

“Memang, secara spesifik saya belum pernah menjadi humas, tetapi pengalaman menjadi manajer di beberapa kebun, apalagi di daerah cukup bisa menjadi back ground. Sebab, pada intinya, corporate secretary adalah penyambung komunikasi perusahaan dengan publik. Karena kalau di Unit itu tidak ada Humas, ya manajerlah yang merangkap,” kata dia.

Okta melanjutkan, kepada para pihak, baik wartawan, klien perusahaan, maupun masyarakat umum yang membutuhkan informasi tentang PTPN VII, pihaknya sangat terbuka.

Meskipun demikian, layanan informasi maupun layanan data lain yang mungkin dibutuhkan, karena kompleksnya urusan perusahaan, ia berharap semuanya mengikuti prosedur.

"Kepada mitra kami, terutama wartawan media cetak, elektronik, maupun online, saya mengucapkan terima kasih atas kerja sama yang sudah terjalin baik selama ini. Saya berkomitmen untuk meningkatkan relasi kita agar lebih baik lagi. Dan tolong bantu kami untuk menjaga aset negara ini dengan membangun budaya informasi yang mendidik, membangun, dan menginspirasi,” kata dia.

Tak kurang, Agus Faroni yang meninggalkan pos sekper juga menyampaikan apresiasi kepada para mitra, terutama pers yang selama ini bahu-membahu mendukung perusahaan.

“Saya menyampaikan terima kasih kepada para mitra dari media massa yang telah membantu saya selama ini. Dan minta maaf jika belum bisa memberi layanan terbaik,” kata dia. (rel).



Terpopuler