{{ message }}

Memindahkan Pusat Pemerintahan RI Butuh Rp.446 Triliun

Selasa, 30 Juli 2019 - 08:12:19 AM | 165 | Nasional

Memindahkan Pusat Pemerintahan RI Butuh Rp.446 Triliun

 


INILAMPUNG.COM -- Wacana pemindahan ibukota pemerintahan dari Jakarta ke luar pula Jawa sudah hampir pasti.

Menteri PPN/Kepala Badan Perencanaan dan Pembangunan Nasional ( Bappenas) Bambang Brodjonegoro menyebut dua lokasi calon ibukota baru tersebut. Yakni, di kawasan Bukit Soeharto, Kabupaten Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur serta Kabupaten Gunung Mas di Kalimantan Tengah.

Anehnya, Bambang yang ditemui wartawan menjelang acara Penyusunan Langkah Awal Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) Jawa-Bali 2020-2024 di Hotel Shangri-La, Surabaya, Senin, (29/7/2019)---tidak menyebutkan pasti--provinsi mana.

"Pulaunya Kalimantan, provinsinya, nanti (menyusul)," ujar Bambang. (Kompas.com/29/7/2019)

 BERITA TERKAIT:
Gubernur Arinal Paparkan Potensi Lampung Sebagai Ibukota Negara

Saat ini, terdapat dua lokasi yang menjadi kandidat kuat ibukota baru, yaitu di kawasan Bukit Soeharto, Kabupaten Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur serta Kabupaten Gunung Mas di Kalimantan Tengah.

Di tahap awal ibukota baru akan menampun 1,5 juta penduduk. Perhitungan tersebut sudah termasuk perkiraan jumlah PNS pusat, pegawai legislatif, yudikatif, legislatif yang diperkirakan sebanyak 200.000 jiwa.

Sementara untuk aparat Polri dan TNI sekitar 25.000 jiwa. Setidaknya, untuk membangun ibukota baru yang rencananya akan seluas 40.000 hektar, pemerintah memerlukan dana hingga 33 miliar dollar AS atau Rp 446 triliun.

BACA JUGA
Di Lampung, Wacana Pindah Ibu Negara Dapat Dukungan Para Rektor

Pemindahan ibu kota juga bukan hal yang baru. Rencana ini juga pernah diangkat Presiden Soekarno dan Soeharto. Presiden Jokowi menginginkan ini bukan hanya wacana, tapi kongkrit. (*/dbs/inilampung.com)





BERITA LAINNYA

Terpopuler