{{ message }}

DKPP Sidang Dugaan Pelanggaran Penyelenggara Pemilu di Jatiagung

Rabu, 10 Juli 2019 - 09:05:31 AM | 154 | Pileg

DKPP Sidang Dugaan Pelanggaran Penyelenggara Pemilu di Jatiagung
Ilustrasi. Foto. Ist.

INILAMPUNG.com - Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu (DKPP) menggelar sidang perkara pelanggaran kode etik penyelenggara pemilu di Kantor Komisi Pemilihan Umum (KPU) Provinsi Lampung di Bandarlampung, Selasa (9-7-2019).

DKPP mengadili perkara yang dilaporkan Ismet Jaya Negara, calon anggota DPRD Lampung Selatan (Lamsel) daerah pemilihan 5 Kecamatan Jatiagung nomor urut 1 dari Partai Golkar.

Ismet melaporkan lima penyelenggaran pemilu. Yaitu, terlapor I Ketua PPK Kecamatan Jatiagung Junaidi, terlapor II Ketua KPU Lamsel M Abdul Hafidz, terlapor III Anggota KPU Lamsel Hendra, terlapor IV Ketua Bawaslu Lamsel Hendra Fauzi, dan terlapor V Anggota Bawaslu Lamsel Khoirul Anam.


Menurut Ansyori Bangsaradin, pengacara Ismet Jaya Negara, dari kelima terlapor itu, hanya terlapor I Ketua PPK Jatiagung Junaidi yang tidak menghadiri sidang.

Pada sidang perdana tersebut, Ansyori Bangsaradin mengungkapkan tentang kecurangan yang terjadi di Dapil 5 Kecamatan Jatiaagung pada Pemilu Legislatif 2019. Hal ini dinilai merugikan kliennya maupun Partai Golkar.

Kecurangan tersebut terjadi di beberapa tempat pemungutan suara (TPS). Diantaranya di TPS 01 dan 09 Desa Jatimulyo, TPS 02 Desa Margakaya, TPS 03 Desa Margolestari, TPS 04 dan 07 Desa Purwotani, TPS 014 Desa Sinarrezeki, TPS 01 Desa Gedungharapan dan TPS 04 Desa Karangsari.

Terhadap kecurangan tersebut, pelapor telah meminta kepada terlapor untuk diperbaiki namun diabaikan. Bahkan pelapor telah mengadukan ke Panwascam Jatiagung dan Panwascam Jatiagung mengeluarkan rekomendasi agar dibuka C 1 Plano. Tetapi terlapor tidak juga menindaklanjuti rekomendasi Panwascam tersebut.

Sementara dalam sidang, Ansyori Bangsaradin menilai ada yang janggal. Yaitu, terlapor II dan III menunjukan perolehan suara sudah diperbaiki. Namun yang diperbaiki hanya Form DAA, sementara di Form C 1 yang dipegang saksi tidak diperbaiki.

"Perbaikan yang dilakukan terlapor II dan III tanpa sepengetahuan pelapor serta tidak dibertahukan kepada pelapor," kata Bangsaradin dari Bakumhan DPD Partai Golkar Lampung itu.

Dalam sidang kali ini, pelapor menghadirkan dua saksi, Yulhaidir dan Ruliyansah, yang keteranganya membenarkan isi laporan/pengaduan pelapor. (rel).




BERITA LAINNYA

Terpopuler