{{ message }}

Siswa SD Pagelaran Terseret Arus Way Sekampung

Kamis, 13 Juni 2019 - 05:22:14 AM | 293 | Hukum

Siswa SD Pagelaran Terseret Arus Way Sekampung
Faisal Setiawansah dievakuasi dari Way Sekampung. Foto. Tyo.

INILAMPUNG.com - Faisal Setiawansah, bocah berusia 9 tahun, tenggelam di Sungai Way Sekampung, di Pagelaran, Kabupaten Pringsewu. Jenazahnya baru ditemukan sekitar sembilan jam kemudian.

Berdasarkan informasi dari sejumlah saksi, pelajar SD putra Untung Subari, warga Dusun Sinarbanten Pekon Sukaratu, Kecamatan Pagelaran, pada Rabu (12/6/2019) siang sekitar pukul 12.30 Wib, bersama tiga temannya mandi di Way Sekampung.

Ketiga temannya, itu Dani (9), Akbar (9) dan Hasanul Maulana (9). Semuanya warga Pekon Sukaratu. Sekitar pukul 12.00 Wib mereka berempat berangkat mandi di Way Sekampung.

Sesampainya di sungai, korban langsung buka baju dan terjun ke sungai. Sementara ketiga temannya masih didarat. Saat itu, temannya melihat korban terbawa arus air, karena diduga tidak bisa berenang.

Rekan-rekan korban telah berusaha menolong dengan menggunakan media kayu namun tidak dapat menjangkau tubuh korban, hingga korban tenggelam.

Melihat korban tidak tertolong, ketiga temannya ketakutan sehingga mereka pulang ke rumah pada sore hari. Mereka baru menceritakan kepada orang tua korban pada pukul 18.30 Wib. Saat itu juga keluarga korban langsung melaporkan ke Polsek Pagelaran.

Polsek Pagelaran dipimpin Kapolsek AKP Syafri Lubis langsung berkoordinasi dengan Camat Pagelaran, BPBD Pringsewu, Basarnas Tanggamus untuk mendatangi TKP.

Dari TKP petugas berhasil menemukan pakaian korban yang berada di daratan tidak jauh dari bibir sungai.

Kapolsek Pagelaran AKP Syafri Lubis, mengatakan jenazah korban ditemukan oleh personel gabungan dan penyelam yang merupakan warga lokal tidak jauh dari lokasi awal tenggelam.

"Korban berhasil ditemukan sekitar pukul 21.15 Wib melalui penyelaman di dalam lubuk sekitar 10 meter dari titik awal tenggelam," jelas AKP Syafri Lubis mewakili Kapolres Tanggamus AKBP Hesmu Baroto.

Menurut Kapolsek, korban ditemukan sekitar empat meter dari tepi sungai. Kondisi tubuh korban mengalami biru di dada, mengeluarkan cairan putih dari hidung dan terdapat luka lecet di tubuhnya, diduga tergores batuan.

"Berdasarkan keterangan medis, korban meninggal dunia disebabkan kekurangan oksigen akibat para-parunya dipenuhi air," ujarnya.

Jenazah korban didampingi oleh keluarganya telah dibawa ke rumah sakit umum daerah (RSUD) Pringsewu guna proses visum. Kemudian diserahkan kepada keluarga untuk dimakamkan. (tyo).




BERITA LAINNYA

Terpopuler