{{ message }}

Khamami Kontrol Setiap Pembayaran Uang Muka Proyek

Senin, 27 Mei 2019 - 10:00:36 AM | 330 | Hukum

Khamami Kontrol Setiap Pembayaran Uang Muka Proyek
Khamami saat sidang di Pengadilan Tipikor Tanjungkarang. Foto. Harianmomentumcom

Harianmomentum.com--Setiap pembayaran uang muka proyek di Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Kabupaten Mesuji, dikontrol dan diatur oleh Bupati Khamami.

Menurut Jaksa Penuntut Umum (JPU) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Subari Kurniawan, pembayaran uang muka proyek itu dilakukan dengan mewajibkan membuat nota dinas untuk seluruh administrasi pekerjaan rekanan yang mengajukan pencairan proyek kepada Khamami, Bupati nonaktif Mesuji.

"Setelah mendapat persetujuan terdakwa Khamami, rekanan baru mendapat pencairan uang muka atau termin dapat dilaksanakan," ujar Subari di Pengadilan Negeri Tipikor Tanjungkarang, Senin (27-5-2019).

Guna melunasi sisa fee sebesar 12 persen dari nilai proyek, kata Subari, Kardinal selaku pelaksana lapangan PT Jasa Promix Nusantara melakukan pertemuan dengan Khamami di pinggir jalan daerah Brabasan, Mekarsari, Mesuji, pada Desember 2018.

"Namun Khamami menyampaikan, 'Yang itu pending dulu. Tapi sewaktu-waktu dibutuhkan selalu siap'," kata Subari membacakan dakwaan.

Kemudian masih di bulan Desember 2018, Sekretaris Dinas PUPR Mesuji Wawan Suhendra menghubungi Kardinal untuk menanyakan penyerahan sisa uang komitmen fee 12 persen dari real cost untuk Khamami.

"Wawan juga menyampaikan kepada Kardinal keberatannya untuk menerima uang sisa fee, lalu menyarankan agar uang diberikan melalui Farikh Basawad alias Paying yang merupakan mantan sopir terdakwa Khamami, orang dekat terdakwa Khamami," ungkapnya.

Subari mengungkapkan bahwa Wawan pernah menyampaikan kepada Paying untuk meminta tolong mengambil uang dari Kardinal.

"Paying menyanggupinya dan melaporkan hal tersebut kepada terdakwa Taufik Hidayat (adik kandung Khamami) bahwa ia diminta Wawan mengambil uang dari Kardinal untuk diserahkan kepada Khamami," ucapnya.

Selanjutnya atas persetujuan Taufik, pada 17 Januari 2019 bertempat di kantor Dinas PUPR Kabupaten Mesuji, Wawan bertemu dengan Kardinal untuk menyampaikan agar uang sisa fee diserahkan kepada Paying dan Maidarmawan yang merupakan orang kepercayaan Taufik.

"Maka pada Rabu tanggal 23 Januari 2019, Kardinal yang mendapat persetujuan dari Sibron Azis (pemilik Subanus Group) terkait pemberian sisa fee kepada Terdakwa Khamami sebesar 12 persen dari real cost terhadap 4 paket pengadaan yang dimenangkan PT Jasa Promix Nusantara dan CV Sesilia Putri sebesar Rp1,28 miliar," papar Subari.

Dia melanjutkan, kemudian Kardinal menerima uang sebesar Rp 1,28 miliar yang dibungkus dalam kardus warna cokelat dan membawanya menggunakan mobil Avanza putih nopol BE 1342 BT untuk diserahkan kepada Khamami melalui Taufik Hidayat.

"Selanjutnya bertempat di RS Graha Husada Bandar Lampung, Kardinal bertemu dengan Paying dan Maidarmawan, kemudian bersama-sama menemui terdakwa Taufik di Planet Ban, Bandarjaya, Lampung Tengah," ujarnya.

Namun naas, saat di lokasi Paying bersama Maidarmawan memindahkan kardus yang berisi uang fee ke bagasi mobil milik terdakwa Taufik, petugas KPK datang dan mengamankan para pelaku. (red).




BERITA LAINNYA

Terpopuler