{{ message }}

Fauzi Ingatkan Bahaya Miras, Awasi Ketat Peredaraannya

Kamis, 16 Mei 2019 - 03:53:12 AM | 565 | Hukum

Fauzi Ingatkan Bahaya Miras, Awasi Ketat Peredaraannya
Fauzi. Foto. Tyo.

INILAMPUNG.com - Wakil Bupati Pringsewu H. Fauzi meminta pihak terkait dan masyarakat mengawasi peredaran minuman keras (miras) untuk mencegah dampak negatif, terutama di kalangan generasi muda.

Miras atau minuman beralkohol dapat membuat peminumnya mabuk dan kehilangan akal sehat. Akibatnya, akan bertindak negatif karena memang tidak bisa lagi menilai tindakannya, apakah melanggar peraturan atau tidak.

Yang mengerikan, jika peminum miras itu mabuk, lalu melakukan pencabulan dengan korban gadis di bawah umur. "Hal ini tidak bisa dibiarkan," tegas Wabup Pringsewu diruang kerjanya, Kamis (16/5/2019).

Fauzi juga menegaskan, dampak peredaran, penjualan dan penggunaan miras yang sangat besar pengaruhnya bagi keamanan, ketentraman kehidupan masyarakat serta segala kemungkinan yang terjadi.

Karena itu, kepada pihak-pihak terkait untuk tetap melakukan penertiban, pengendalian dan pengawasan terhadap peredarannya melalui suatu produk hukum yang mengatur, melarang dan membatasinya, pintanya.

Menurutnya Pemerintah Kabupaten Pringsewu telah menerbitkan Peraturan Daerah (Perda) Kabupaten Pringsewu Nomor 04 tahun 2013 tentang pengawasan dan pengendalian minuman beralkohol.

Di tempat terpisah Kepala Bagian Hukum Sekretariat Daerah Kabupaten Pringsewu Ihsan Hendrawan, mengatakan Perda tentang peredaran miras itu sudah diundangkan sejak 25 Maret 2013.

Perda itu ditanda-tangani Bupati Pringsewu H.Sujadi dan di Undangkan di Pringsewu pada tanggal 25 Maret 2013 di tanda tangani oleh Sekretaris Daerah Kabupaten Pringsewu Idrus Efendi.

"Perda tersebut telah berlaku efektif sejak diundangkan," terang Ihsan Hendrawan.

Sementara Maulidin Ansyori, Kabid Penegak Perundang-undangan Sat Pol PP Kabupaten Pringsewu, mengatakan pihaknya bersama aparat kepolisian dan TNI sebelum Ramadan telah merazia tempat pembuat minunam tradisional beralkohol (jenis tuak) dan langsung memusnahkan.

Selain itu, juga dilakukan sosialisasi dan imbauan gerakan pencegahan peredaran miras atau Gardu Samat. Yakni Gerakan Terpadu Sat Pol PP dan Masyarakat di Kabupaten Pringsewu. "Imbauan itu ditanda-tangani bersama dari unsur Ormas keagamaan dan elemen pemuda," terang Ansyori.

Ansyori memaparkan dalam Perda Kabupaten Pringsewu Nomor 04 Tahun 2013, ada ketentuan pidana pada Pasal 24 yang menyebutkan pidana kurungan tiga bulan atau dena Rp50 juta.

Selain itu, juga diatur tentang penjualan minuman beralkohol golongan A, golongan B, golongan C dan minuman tradisional hanya diizinkan menjual untuk di konsumsi di tempat. (tyo).




BERITA LAINNYA

Terpopuler