{{ message }}

Agus Istiqlal akan Ajak Tiga Bupati Terbang dengan Wing Air

Jum'at, 24 Mei 2019 - 03:27:57 AM | 464 | Travelling

Agus Istiqlal akan Ajak Tiga Bupati Terbang dengan Wing Air
Pesawat Wing Air akan melayani penerbangan Krui - Branti. Foto. Ina.

INILAMPUNG.com - Pemerintah Kabupaten Pesisir Barat (Pesibar), Provinsi Lampung, akan mengajak tiga pemerintah daerah tetangganya untuk bekerja sama mengoptimalkan moda transportasi udara melalui Bandara Muhammad Taufik Kiemas.

Ketiga daerah itu, Kabupaten Lampung Barat, Kabupaten Kaur Provinsi Bengkulu, dan Ogan Komering Ulu Selatan (OKUS) Provinsi Sumatera Selatan.

Bupati Pesisir Barat Agus Istiqlal mengatakan, dalam waktu dekat bertemu dengan tiga kelapa daerah tersebut untuk memaksimalkan penerbangan Wing Air ATR-72-500/600 di Bandara Muhammad Taufik Kiemas.

"Kami akan berkoordinasi dengan tiga bupati kabupaten tetangga. Bupati Lambar, Bupati Kaur, dan Bupati OKUS. Pemkab Pesibar akan mengajak tiga daerah tersebut untuk bekerja sama mengoptimalkan penerbangan Wings Air," ungkap Agus Istiqlal, di sela-sela rapat koordinasi dengan jajarannya, Kamis (23-5-2019).

Menurut Agus, aparatur sipil negara (ASN) dari ketiga daerah itu, yang melakukan dinas luas (DL), lebih mudah menggunakan transportasi udara. "Penerbangan dari Krui ke Bandarlampung hanya membutuhkan waktu 30 menit," katanya.

Karena itu, Agus berharap, rencana yang telah disusun bisa terlaksana dan menghasilkan kesepakatan. "Mudah-mudahan para kepala daerah tersebut memberikan respon positif," katanya.

Sementara itu, Kepala Dinas Perhubungan (Dishub), Henri Dunan, menambahkan bahwa secara teknis Bandara Taufik Kiemas tidak ada lagi kendala.

"Semua teknis yang diharuskan sudah memenuhi syarat mulai dari panjang dan lebar landasan pacu, pagar bandara, hingga kendaraan Penyelamat Kecelakaan Pesawat Pemadam Kebakaran (PKP-PK)," jelasnya.

Namun secara administrasi Bandara M. Taufik Kiemas masih belum memiliki Three Letter Code yang pada prinsipnya dikeluarkan langsung oleh International Air Transport Association (IATA) yang berkedudukan di Kanada.

"Saat ini pengajuan tiga huruf yang mewakili nama kota atau bandara itu sudah dilakukan dan masih menunggu jawaban resmi dari IATA," terang Henri.

Administrasi lainnya yakni izin rute penerbangan. Menurut Henri, untuk izin rute penerbangan, Direktur Angkutan Udara sudah meminta rekomendasi untuk menerbitkan izin rute kepada Direktur Bandar Udara yang berisi rekomendasi teknis berkaitan dengan kemampuan dan fasilitas bandara, serta kategori PKP-PK.

"Sedangkan permintaan tersebut sudah dikeluarkan berupa surat sertifikasi pelayanan PKP-PK fasilitas dimaksud sudah ada di Bandara M. Taufik Kiemas, hanya saja Direktur Angkutan Udara mengharapkan ada rekomendasi tertulis dari Direktur Bandar Udara, untuk keluarnya izin rute penerbangan," papar Henri merincikan.

"Artinya secara keseluruhan dari sisi administrasi sudah diajukan ke pihak yang memiliki wewenang dan kini masih menunggu hasilnya," imbuh dia.

Masih kata Henri, untuk slot waktu penerbangan pada dasarnya sudah disetujui dilakukan pada, Sabtu (25/5) lusa. Namun dikarenakan izin rute penerbangan belum keluar, sehingga jadwal penerbangan perdana itu kemungkinan akan diundur pada, Rabu (29/5).

"Dan kalaupun izin rute penerbangan itu belum keluar sesuai waktu yang diharapkan maka Pemkab Pesibar akan tetap menunggu. Dengan demikian kedepan pesawat Wings Air bisa terbang di bandara peningkatan dari perintis menjadi komersial ini benar-benar terwujud sesuai dengan aturan dan standarnya," tukas Henri.

Sekedar diketahui, fasilitas pelayanan lain untuk check-in penumpang yang akan dilakukan secara online sudah terpasang dan siap digunakan.

"Sedangkan persiapan kantor untuk tiketing sudah disiapkan oleh Dishub, persisnya berada di Jalur 2 Jln. Fatmawati Soekarno menuju bandara," tandas Henri. (ina).



Terpopuler