{{ message }}

Pesisir Barat Diskusikan tetang Identitas Khas Daerah

Jum'at, 5 April 2019 - 07:56:42 AM | 586 | Travelling

Pesisir Barat Diskusikan tetang Identitas Khas Daerah
FGD tentang Motif Khas Derah Pesisir Barat. Foto. Ina.

INILAMPUNG.com - Bupati Pesisir Barat Agus Istiqlal memimpin Forum Group Discussion (FGD) tentang Motif Khas Daerah di Gedung Dharma Wanita, Kamis (4-4-2019).

Menurut Penjabat (Pj) Sekretaris Kabupaten Pesisir Barat N.Lingga Kusima, kegiatan itu bertujuan mengangkat warisan budaya Pesisir Barat dengan menetapkan salah satu motif tapis khas daerah. "Motif tapis itu yang akan dijadikan ciri khas atau identitas Pesisir Barat," katanya.

Bupati menyambut baik kegiatan yang dihadiri para saibatin dan perajin tapis untuk mencari dan menentukan motif tapis khas Pesisir Barat. Hal ini dilakukan karena Pesisir Barat memiliki beragam budaya, termasuk tapis. Tenun benang kapas dengan motif benang perak atau benang emas menjadi ciri khas budaya suku Lampung.

"Tapis Pesisir Barat mempunyai beragam karakter dengan desain yang menarik serta bernilai seni tinggi. Hal ini dikarenakan metode pengerjaan dan teknik menyulam dengan tingkat kerumitan yang tinggi antara mengaitkan benang emas dengan benang penyawat sehingga membentuk pola dalam motif kain tapis yang telah diukir oleh para pengrajin sesuai motif yang diinginkan," tuturnya.

Tapis yang selama ini menjadi ciri khas masyarakat Lampung, termasuk warga Pesisir Barat adalah bagian dari warisan budaya yang telah turun-temurun sehingga perlu untuk dilegalitaskan sebagai identitas budaya Lampung.

Apalagi, tapi juga berpeluang dikembangkan dalam segala bentuk dengan modifikasi yang menarik sehingga bisa diterima oleh masyarakat luas dalam pemasarannya. Sehingga diharapkan dapat meningkatkan perekonomian masyarakat.

Agus Isiqlal mengatakan tapis yang dihasilkan pengrajin Kabupaten Pesisir Barat memiliki ciri khas tersendiri karena teknik penyulamannya yang sulit dan membutuhkan proses waktu pengerjaan yang relatif lama. Tekhnik seperti ini disebut “tekat” oleh para pengrajin.

Pembuatan tapis Pesisir Barat mempunyai lima jenis “tekat” dalam penyulaman tapis tersebut. Yaitu, tekat sporadis, tekat biku-biku, tekat mata petek, tekat sayak gelamai dan tekat awan berjumpa.

Karena itu, melalui FGD ini, Pemerintah Kabupaten Pesisir Barat bermaksud menetapkan hak paten atas motif daerah dalam lima jenis tekat tersebut, sebagai identitas kabupaten yang akan diterapkan dalam bentuk ornamen bangunan, pakaian dan lain sebagainya.

"Motif tapis daerah Pesisir Barat ini akan diberi nama “tekat” dan insya Allah Pemerintah Kabupaten Pesisir Barat akan merilis bersamaan dengan pembukaan pameran pembangunan Krui Fair 2019, sekaligus peringatan ulang tahun keenam Kabupaten Pesisir Barat," jelasnya.

Selanjutnya, hal yang paling utama dalam melestarikan seni budaya tapis yang menjadikan para pengrajin tapis makin mencintai profesinya, yaitu dengan memberikan penghargaan berupa perlindungan hak bagi para pengrajin tapis untuk hasil karya intelektualnya.

Perlindungan hak karya tapis diberikan melalui Undang-undang Nomor 19 Tahun 2002 tentang Hak Cipta yang bertujuan mencegah terjadinya kesalahan dalam penggunaan maupun pemanfaatan budaya tapis tradisional dimaksud.

Turut hadir acara tersebut Ketua TP.PKK Kabupaten Hj.Septi Istiqlal, Anggota DPRD Martin Sopyan, Para OPD, Para sai Batin Marga, Dewan Kesenian Provinsi Lampung, Tokoh Masyarakat dan para pengrajin tapis. (ina).



Terpopuler