{{ message }}

Nusron Bantah Suruh Bowo Siapkan Amunisi Serangan Fajar

Rabu, 10 April 2019 - 11:21:22 AM | 362 | Hukum

Nusron Bantah Suruh Bowo Siapkan Amunisi Serangan Fajar
Nusron Wahid. Foto. Ist.

INILAMPUNG.com - Kasus 400 ribu amplop cap jempol berisi uang serangan fajar makin memanas. Tersangka Bowo Sidik Pangarso mengaku diperintah Nusron Wahid untuk menyiapkan "amunisi" ribuan amplop itu.

Namun, denan tegas, politisi Partai Golkar Nusron Wahid membantah pengakuan Bowo Sidik soal amunisi serangan fajar itu. "Tidak benar," begitu kata mantan Ketua GP Anshor itu kepada wartawan di Jakarta, Rabu (10/4/2019).

Sehari sebelumnya, Bowo Sidik, anggota DPR Fraksi Golkar nonaktif, kepada media mengaku diminta Nusron Wahid untuk menyiapkan 400 ribu amplop berisi uang. Bowo ditangkap KPK dalam operasi tangkap tangan dengan bukti antara lain 400 ribu amplop cap jempol berisi uang.

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menduga, 400 ribu amplop dengan cap jempol berisi uang itu akan digunakan Bowo sebagai amunisi serangan fajar untuk bisa kembali duduk sebagai anggota legislatif.

“Saya diminta oleh partai untuk menyiapkan 400 ribu (amplop). Nusron Wahid meminta saya untuk menyiapkannya,” ucap Bowo saat hendak meninggalkan gedung KPK, Selasa (9-4-2019).

Saat akan menaiki mobil tahanan yang menunggu untuk meninggalkan gedung KPK, Bowo kembali berucap: “Yang jelas partai kita mendukung 01,” katanya.

Pernyataan Bowo itu dibenarkan kuasa hukumnya, Saut Edward Rajagukguk. Pernyataan itu disampaikan Bowo kepada penyidik KPK.

“Ya sudah disampaikan (nama Nusron Wahid). Karena memang dia diperintah. Tujuannya, biar banyak yang memilih mereka berdua, soalnya dapil mereka sama,” jelas Saut.

Namun, dia menegaskan serangan fajar ini tidak ada kaitannya dengan pilpres, bahwa semata-mata hanya soal Bowo dan Nusron yang akan maju dalam laga pileg Jawa Tengah. “Dua-duanya maju, Pak Nurson Wahid menyediakan 600 ribu dan Pak Bowo sebanyak 400 ribu amplop,” katanya. (red).




BERITA LAINNYA

Terpopuler