{{ message }}

DPD Golkar Wonosobo Dukung Prabowo-Sandi

Senin, 8 April 2019 - 04:15:23 AM | 425 | Politik

DPD Golkar Wonosobo Dukung Prabowo-Sandi
Kader Golkar Wonosobo berama Capres 01 Prabowo. Foto. Ist.

INILAMPUNG.com - Waktu pencoblosan Pemilu 2019 tinggal menghitung hari. Situasi politik tanah air pun kian menghangat dengan berbagai dinamika. Termasuk beralihnya dukungan kader partai politik terhadap pasangan calon presiden.

Pengalihan dukungan itu antara lain terjadi di Kabupaten Wonosobo, Jawa Tengah. Pengurus dan kader Golkar di Wonosobo menyatakan dukungannya terhadap paslon 02, Prabowo-Sandi. Padahal, partai Beringin merupakan salah satu pengusung paslon 01, Jokowi-Ma'ruf.

Ratusan kader dari jajaran Dewan Pengurus Daerah (DPD) Partai Golkar Wonosobo, serta relawan lintas partai, bertemu dengan capres nomor 02 Prabowo Subianto di Hotel Tentrem Yogyakarta pada Minggu malam, 7 April 2019.


Dalam pertemuan sekitar pukul 20.00 WIB, para kader Partai Golkar asal Wonosobo membubuhkan tandatangan dukungan bermaterai sebagai wujud dukungan terhadap paslon Prabowo-Sandi.

Menurut Ketua DPD Partai Golkar Wonosobo, Triana Widodo menyatakan dukungan tersebut, merupakan aspirasi dari masyarakat Wonosobo, yang menginginkan dukungan dialihkan ke Prabowo Subianto-Sandiaga Uno.

Dalam rilis seperti yang diberitakan Viva, Triana mengaku tidak dapat membendung dukungan bulat yang puncaknya dideklarasikan dengan Prabowo di Yogyakarta. Dukungan terhadap Prabowo-Sandi itu dideklarasikan setelah memperoleh aspirasi dari pengurus Golkar tingkat kecamatan dan desa di Wonosobo.

Bahkan, Triana menyatakan optimistis Prabowo-Sandi meraih kemenangan khususnya di Kabupaten Wonosobo. Karena itu, dia siap bergerak bersama tim pendukung yang selama ini sudah masuk dalam partai koalisi.

Dukungan pada hari-hari terakhir menjelang pelaksanaan pencoblosan pada Pilpres 2019 ini menjadi bagian dari komitmen bersama sejumlah calon legislatif yang diusung lewat partai.

Terhadap konsekwensi mengalihkan dukungan dari paslon Jokowi kepada Prabowo, dia mengaku siap menerima resiko sanksi dari partai. Dia pun beralasan, pengalihan dukungan itu didasarkan pada aspirasi kader partai, bukan aspirasi pribadi.

Karena itu, Triana bahkan mengaku siap dipecat jika dinilai tidak taat terhadap kebijakan partai. Namun, langkah itu dilakukan karena tidak dapat membendung aspirasi dari bawah. (red).




BERITA LAINNYA

Terpopuler