{{ message }}

Bowo Ngaku Disuruh Nusron Wahid Siapkan 400 Ribu Amplop

Rabu, 10 April 2019 - 12:30:13 PM | 348 | Hukum

Bowo Ngaku Disuruh Nusron Wahid Siapkan 400 Ribu Amplop
Bowo Sidik Pangarso. Foto. Ist.

INILAMPUNG.com - Anggota DPR Fraksi Golkar nonaktif yang ditangkap Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Bowo Sidik Pangarso mengaku diminta Nusron Wahid untuk menyiapkan 400 ribu amplop berisi uang.

KPK menduga, 400 ribu amplop dengan cap jempol berisi uang itu akan digunakan Bowo sebagai amunisi serangan fajar untuk bisa kembali duduk sebagai anggota legislatif.

“Saya diminta oleh partai untuk menyiapkan 400 ribu (amplop). Nusron Wahid meminta saya untuk menyiapkannya,” ucap Bowo saat hendak meninggalkan gedung KPK, Selasa (9-4-2019).

Saat akan menaiki mobil tahanan yang menunggu untuk meninggalkan gedung KPK, Bowo kembali berucap: “Yang jelas partai kita mendukung 01,” katanya.

Pernyataan Bowo itu dibenarkan kuasa hukumnya, Saut Edward Rajagukguk. Pernyataan itu disampaikan Bowo kepada penyidik KPK.

“Ya sudah disampaikan (nama Nusron Wahid). Karena memang dia diperintah. Tujuannya, biar banyak yang memilih mereka berdua, soalnya dapil mereka sama,” jelas Saut.

Namun, dia menegaskan serangan fajar ini tidak ada kaitannya dengan pilpres, bahwa semata-mata hanya soal Bowo dan Nusron yang akan maju dalam laga pileg Jawa Tengah. “Dua-duanya maju, Pak Nurson Wahid menyediakan 600 ribu dan Pak Bowo sebanyak 400 ribu amplop,” katanya.

Terkait cap jempol yang ada di amplop yang disita KPK, menurut dia, hanya sebuah simbol sebagai tanda bahwa serangan fajar sampai sesuai dengan tempat yang dituju.

Dalam perkara ini, Bowo ditetapkan KPK sebagai tersangka karena diduga menerima suap dari Marketing Manager PT Humpuss Transportasi Kimia (HTK) Asty Winasti lewat orang kepercayaannya bernama Indung. Ketiga orang itu telah ditetapkan menjadi tersangka.

Bowo diduga menerima suap untuk membantu PT HTK kembali mendapat perjanjian penggunaan kapal-kapalnya untuk distribusi pupuk dari PT Pupuk Indonesia Logistik (Pilog). Bowo pun meminta imbalan sebesar USD 2 per metrik ton.

KPK menduga Bowo sudah menerima 7 kali suap dari Asty dengan total duit sekitar Rp 1,6 miliar. Jumlah itu terdiri dari Rp 89,4 juta yang diterima Bowo melalui Indung saat OTT dan 6 penerimaan sebelumnya yang disebut KPK sebesar Rp 221 juta dan USD 85.130. Selain penerimaan uang dari Asty terkait distribusi pupuk itu, KPK menduga Bowo menerima gratifikasi dari pihak lain senilai Rp 6,5 miliar. (*/jawapos)

 




BERITA LAINNYA

Terpopuler