{{ message }}

Jual Beli Jabatan, Romi Diduga Terima Rp300 Juta

Sabtu, 16 Maret 2019 - 02:56:30 AM | 210 | Hukum

Jual Beli Jabatan, Romi Diduga Terima Rp300 Juta
M Romahurmuziy atau Romi mengenakan rompi orange. Foto. Ist.

INILAMPUNG.com -- Wakil Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Laode M Syarif menduga Ketua Umum PPP M Romahurmuziy atau Romi menerima suap sebesar Rp300 juta terkait jual beli jabatan di Kementerian Agama.

Dugaan suap jual beli jabatan yang melibatkan Romi dan Kepala Kantor Kemenag Kabupaten Gresik, Muhammad Muafaq Wirahadi (MFQ) dan Kepala Kantor Wilayah (Kakanwil) Kemenag Provinsi Jawa Timur (Jatim), Haris Hasanuddin itu diungkapkan Syarif di Gedung KPK Jakarta, Sabtu, 16 Maret 2019.‎

"Saat itu, KPK menduga telah terjadi pemberian suap tahap pertama," kata Syarif di Gedung KPK Jakarta, Sabtu (16/3).


KPK telah menetapkan Ketua Umum PPP, Kepala Kemenag Gersik, dan Kakanwil Kemenang Jawa Timur itu sebagai tersangka. Romi diduga menerima suap dari Muafaq dan Haris.

Baca Juga:

Dalam perkara ini, Muafaq dan Haris diduga menyuap Romi untuk mengurus proses lolos seleksi jabatan di Kemenag. Syarif menyebutkan, Muafaq mendaftar untuk posisi Kepala Kantor Kemenag Kabupaten Gresik. Sedangkan Haris, mendaftar sebagai Kakanwil Kemenag Provinsi Jatim.

Untuk memuluskan proses seleksi jabatan tersebut, ‎Muafaq dan Haris mendatangi kediaman Romi dan menyerahkan uang sebesar Rp250 juta pada 6 Februari 2019, sesuai komitmen sebelumnya.

Karena itu, Syarif menyatakan, KPK menduga telah terjadi pemberian suap tahap pertama.

Kemudian, pada pertengahan Februari 2019, pihak Kemenag menerima informasi bahwa nama Haris Hasanuddin tidak diusulkan ke Menteri Agama (Menag) Lukman Hakim Saefuddin. Sebab, Haris diduga pernah mendapatkan hukuman disiplin.

Diduga, terjadi kerjasama pihak-pihak tertentu untuk tetap meloloskan HRS (Haris Hasanuddin) dalam proses seleksi jabatan tinggi di Kementeriaan Agama tersebut.

Selanjutnya, Haris Hasanuddin dilantik oleh Menag sebagai Kakanwil Kemenag Jatim pada awal Maret 2019. Setelah Haris lolos seleksi dan menjabat Kakanwil Kemenag Jatim, Muafaq meminta bantuan kepada Haris untuk dipertemukan dengan Romi.

Pada tanggal 15 Maret 2019, Muafaq, Haris, dan calon anggota DPRD Kabupaten Gresik dari PPP, Abdul Wahab menemui Romi untuk menyerahkan uang Rp50 juta terkait kepentingan jabatan‎ Muafaq.

Syarif mengatakan, KPK menyesalkan terjadinya jual beli jabatan di kementerian yang seharusnya memberikan contoh baik bagi instansi lain. Terlebih, seleksi terbuka terkait jabatan pimpinan tinggi pada Kementerian Agama 2018/2019 diharapkan menutup ruang korupsi dan menjadi ajang penjaringan ASN dengan kompetensi terbaik untuk jabatan yang tepat. Sehingga dapat bekerja maksimal melayani rakyat.

"Kami perlu menegaskan, apa yang dilakukan KPK merupakan sebuah proses hukum yang dijalankan sebagaimana mestinya, yaitu: mengacu pada KUHAP, UU Tindak Pidana Korupsi dan UU KPK," tegas Syarif.

Atas perbuatannya, dua tersangka pemberi suap disangka melanggar Pasal 5 ayat 1 huruf a atau Pasal 5 ayat 1 huruf b atau Pasal 13 UU Pemberantasan Tipikor juncto Pasal 55 ayat 1 ke 1 juncto Pasal 64 ayat 1 KUHP. Sementara Romi, tersangka penerima suap disangka melanggar Pasal 12 huruf a atau Pasal 12 huruf b atau Pasal 11 UU Pemberantasan Tipikor juncto Pasal 64 ayat 1 KUHP. (*/republika).

 




BERITA LAINNYA

Terpopuler