{{ message }}

Bonsai Bertarif Rp25 Juta Tampil di Pringswu Expo

Minggu, 24 Maret 2019 - 05:58:58 AM | 1088 | Travelling

Bonsai Bertarif Rp25 Juta Tampil di Pringswu Expo
PPBI Kabupaten Pringsewu tampil di Pringsewu Expo 2019. Foto. Tyo.

INILAMPUNG.com - Perkumpulan Penggemar Bonsai Indonesia (PPBI) Kabupaten Pringsewu ambil bagian di ajang Pringsewu Expo 2019. Memamerkan dan bazar sedikitnya 150 tanaman hias.

Pameran berlangsung di halaman Pemkab Pringsewu, dalam rangka memeriahkan HUT ke-10 Kabupaten Pringsewu, mulai Sabtu 23 hingga Sabtu 30 Maret mendatang.

Stand bonsai yang selalui ramai dikunjungi itu, menampilkan aneka jenis tanaman dan gaya tanaman bonsai, baik besar dan kecil (mini), usia muda juga ada yang puluhan tahun.

Menurut Wunarto, ketua panitia pameran dan bazar bonsai, berbagai bonsai yang dipamerkan ada belasan jenis seperi tanaman Gulogemantung, Landepan, Khawista, Beringin, Asam Jawa, Jeruk kimkit, Serut, Arabika, Kelampis, Kaliage, Cemara bahkan ada tanaman dari Taiwan bernama Lohansung.

"Sedang gayanya bermacam, ada Grouping, Slanting, Natural, bonsai mini, airtejun, mencengkram batu, tumbuh diatas batu, gaya bebas dan bonsai menggantung," terang Awun panggilan akrab Wunarto didampingi Ketua PPBI Pringsewu Sukiman.

Awun yang juga Wakil Ketua PPBI Pringsewu menjelaskan, selain bonsai dipamerkan juga diperjual belikan jika berminat dengan harga mulai Rp1 juta hingga Rp25 juta.

"Di sini ada bonsai yang sudah jadi seharga Rp25 juta jenis tanaman Landepan, Serut, Jeruk Kimkit dan Arabika usianya diatas 25 tahun. Tapi bisa dinego dengan pemiliknya," ungkap Awun seraya menambahkan pada stand itu juga menjual bibit atau bakal bonsai dengan harga cukup murah.

Sementara Ketua PPBI Pringsewu Sukiman memaparkan, anggotanya kini lebih 150 orang, tersebar di seluruh kecamatan se-Kabupaten Pringsewu, bahkan ada dari Pesawaran.

Menurutnya, pameran dan bazar bonsai pasti bakal menarik perhatian pengunjung, karena selain tanaman unik, antik, menarik dan tanaman langka dan kerdil.

Sukiman mengatakan, pihak PPBI Pringsewu sengaja ikut tampil di Pringsewu Expo, selain memberi hiburan kepada masyarakat juga sebagai wahana berkumpul bagi komunitas pencinta bonsai. "Setidaknya untuk bertukar ilmu merawat dan berekspresi memelihara tanaman bonsai," terangnya.

Serta lebih mendorong kecintaan masyarakat Pringsewu terhadap alam dan lingkungan. Terpenting lagi sebagai wahana silaturahmi dan menumbuh kembangkan ekonomi kreatif bagi warga masyarakat," ungkapnya.

Sukiman juga berpesan dan mengharapkan kepada masyarakat Pringsewu khususnya untuk ikut melestarikan lingkungan, diantaranya dengan cara merawat bonsai. Serta lebih mengedepankan budidaya dengan cara cangkok, stek dan penanaman dari biji agar tidak merusak alam.

"Kita juga menunjukan jika pohon itu dirawat dengan baik dan penuh kesabaran maka niscaya akan bernilai seni dan memiliki nilai ekonomis yang tinggi.” imbuhnya. (tyo).



Terpopuler