{{ message }}

Sistem Keselamatan Transmart Lampung Dipertanyakan

Senin, 25 Februari 2019 - 07:03:31 AM | 286 | Bisnis

Sistem Keselamatan Transmart Lampung Dipertanyakan
Transmart Carrefour Lampung di kawasan PKOR Wayhalim, Bandarlampung. Foto. harianmomentum

INILAMPUNG.com - Kasus bunuh diri yang terjadi pada Jumat, 22 Februari 2019 di Transmart Carrefour Lampung, membuat masyarakat mempertanyakan sistem pengamanan di pusat perbelanjaan tersebut.

Pasalnya, di pusat perbelanjaan modern tersebut, seorang pengunjung bisa leluasa masuk hingga ke atas gedung. Padahal, seharusnya tidak sembarang orang boleh masuk kawasan itu.

Akademisi Universitas Lampung (Unila) Dedi Hermawan menilai manajemen Transmart telah lalai. Sehingga, tidak mengetahui ada seorang warga menerobos naik hingga ke atap gedung pusat perbelanjaan modern yang terletak di Wayhalim Bandarlampung itu.


"Peristiwa itu menunjukkan sistem keamanannya (Transmart) lemah, sehingga bisa dimasuki pihak-pihak yang tidak memilik akses. Mungkin mereka merasa sistemnya sudah bagus, sehingga lalai. Kelalaian itu dimanfaatkan pihak-pihak tertentu," kata Dedi, Minggu (24-2-19).

Dedi pun mempertanyakan Standar Operasional Prosedur (SOP) Transmart Lampung dalam mengantisipasi kejadian seperti itu.

"Ini patut disayangkan. Artinya kalau sistemnya bisa bekerja secara maksimal kejadian ini dapat dicegah. Apalagi untuk naik ke atas itu kan melewati beberapa tahapan," katanya, seperti diberitakan harianmomentum.

Selain itu, dia menilai pihak keamanan dan manajemen Transmart lambat dalam mencegah Tyas Sancana Ramadhan—korban bunuh diri di Transmart. Terlebih lagi, berdasarkan informasi korban berada di atap gedung selama 30 menit.

"Dalam kurun waktu yang cukup lama itu, harusnya ada tim yang bergerak cepat untuk melakukan penyelamatan," ujarnya.

Dia pun menduga, apakah Transmart tidak memilik standar dalam menghadapi kejadian-kejadian seperti itu. "Apakah memang ada tapi tidak berjalan, atau benar-benar tidak ada?" tegasnya.

Karena itu, dia meminta sistem keamanan dan SOP Transmart Lampung harus dievaluasi. Sehingga segala kemungkinan yang akan terjadi dapat diantisipasi.

"Karena tragedi seperti ini sudah terjadi dibanyak tempat. Mestinya sistem di Transmart sudah bisa dipetakan dan dapat diantisipasi," terangnya.

Sebelumnya diberitakan, warga menyesalkan lambatnya penanganan aparat mengantisipasi kejadian kasus dugaan bunuh diri, dengan melompat dari atas gedung Transmart Bandarlampung.

Berdasarkan informasi yang diterima harianmomentum.com, Jumat (22-2-2019) korban bernama Tyas Sancana Ramadhan (21) beralamat Jalan Raden Saleh, Wayhui, Kecamatan Jatiagung, Kabupaten Lampung Selatan.

Sejumlah saksi mata kejadian itu menyesalkan lambatnya penanganan aparat untuk memasang jaring guna mencegah korban melompat atau mengantisipasi meninggalnya korban saat nekat melakukan aksinya.

"Ya Allah pak, ya Allah. Sudah saya bilang pasang jaring. Dari tadi gak dipasang, lama bener polisi ini," teriak warga yang menjadi saksi pada saat kejadian.

Sementara itu, Hadi petugasTtransmart Bandarlampung mengaku mengetahui korban sudah berdiri dipinggir gedung tersebut sekitar pukul 15.30 WIB.

Selain itu, Kepala Kepolisian Sektor (Polsek) Sukarame Kompol Mulyadi membenarkan ada pria yang melompat dari atap gedung Transmart Bandarlampung.

"Ya benar. Sejauh ini kami baru memperoleh data kalau pria tersebut merupakan warga Wayhui Lampung Selatan," kata Kapolses saat dihubungi via seluler, Jumat (22-2-2019).

Menurut dia, pihaknya sedang mengidentifikasi korban yang diduga bunuh diri itu. "Saat ini petugas telah mensterilkan lokasi kejadian guna identifikasi peristiwa tersebut," kata dia. (ilc-2).



Terpopuler