{{ message }}

Masa Penahanan Bupati Khamami Diperpanjang 30 Hari

Selasa, 12 Februari 2019 - 08:29:49 AM | 925 | Hukum

Masa Penahanan Bupati Khamami Diperpanjang 30 Hari
Khamami. Foto: ist

JAKARTA, INILAMPUNG.com - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memperpanjang masa penahanan Bupati Mesuji Khamami selama 30 hari.

Perpanjangan masa penahanan juga dilakukan KPK terhadap empat tersangka lainnya dalam kasus dugaan suap proyek di Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Mesuji.

Selain Khamami, tersangka lainnya adalah Taufik Hidayat (adik Khamami), Wawan Suhendra (Sekretaris Dinas PUPR Mesuji), Sibron Azis (pemilik PT Jasa Promix Nusantara), dan PT Secilia Putri serta Kardinal selaku swasta.

Juru bicara (Jubir) KPK Febri Diansyah mengatakan, perpanjangan masa penahanan dilakukan selama 30 hari ke depan, mulai dari 13 Februari hingga 24 Maret 2019.

BACA JUGA

“Hari ini dilakukan perpanjangan penahanan selama 30 hari terhadap lima tersangka suap kepada Bupati Mesuji terkait dugaan suap proyek infrastruktur di Pemkab Mesuji tahun anggaran 2018,” kata Febri seperti dikutip harianmomentum, Senin (11-2-2019).

KPK menahan kelima tersangka di tempat berbeda. Khamami ditahan di Rutan Pomdam Jaya Guntur, Taufik di Rutan Polda Metro Jaya, Wawan Suhendar di Polres Metro Jakarta Timur, Sibron Aziz di Rutan Kelas I Cabang KPK, dan Kardin di Rutan Polres Metro Jakarta Pusat.

Khamami diduga menerima Rp1,28 miliar dari Sibron melalui sejumlah perantara. Uang itu diduga merupakan fee proyek pembangunan infrastruktur di Mesuji.

KPK menduga, uang itu bukanlah pemberian pertama. KPK telah mendeteksi pemberian sebelumnya sebesar Rp200 juta dan Rp100 juta.

Menurut KPK, tersangka penerima suap: Khamami, Taufik Hidayat dan Wawan Suhendra. Mereka dijerat dengan Pasal 12 huruf a atau b atau Pasal 11 Undang-undang pemberantasan tindak pidana korupsi junto Pasal 55 ayat 1 ke-1 KUHP.

Sedangkan pemberi suap: Sibron Azis dan Kardinal. Kedua tersangka ini iduga melanggar Pasal 5 ayat 1 huruf a atau b atau Pasal 13 Undang-undang pemberantasan tindak pidana korupsi junto Pasal 55 ayat 1 ke-1 KUHP.

Kelima tersangka terjaring operasi tangkap tangan (OTT) KPK pada Rabu-Kamis, 23-24 Januari 2019. (ilc-2).




BERITA LAINNYA

Terpopuler