{{ message }}

Festival Mangrove, Susur Sungai Menuju Laut Lepas

Selasa, 26 Februari 2019 - 05:58:13 AM | 386 | Travelling

Festival Mangrove, Susur Sungai Menuju Laut Lepas
Pembukaan Festival Mangrove di Taman Wisata Pandanalas, Sriminosari, Lampung Timur. Foto. Dinas Pariwisata Lamtim

INILAMPUNG.com - Bupati Lampung Timur (Lamtim) Chusnunia atau Nunik, Selasa, 26 Februari 2019, membuka Festival Mangrove di Taman Wisata Pandanalas, Desa Sriminosari, Kecamatan Labuhan Maringgai.

Festival yang baru pertama digelar di Taman Wisata Pandanalas itu, dimeriahkan penampilan beberapa kesenian trasional oleh masyarakat setempat. Seperti tari kolosal, tari bedana dan kesenian kuda lumping.

Sementara Bupati Lamtim, secara simbolis, menandai festival ini dengan melakukan penanam seribu bibit magrove. Diikuti sejumlah pejabat serta masyarakat, khususnya para pemuda pegiat Wisata Mangrove Pandanalas.

Festival Mangrove, selain untuk mempromosikan wisata yang ada di Desa Sriminosari, juga untuk membangun kesadaran masyarakat agar turut aktif menjaga kelestarian lingkungan, khususnya di kawasan pantai.

Menurut Nunik, kawasan pantai Lampung Timur, seperti Desa Sriminosari, mempunyai potensi yang dapat dikembangkan sebagai obyek wisata, sekaligus konservasi alam berupa hutan mangrove.

Kepala Desa Sriminosari Jamari mengatakan sebelumnya pemukiman penduduk di desa itu sering terkena abrasi air laut. Kini hal itu perlahan dapat dicegah melalui program rehabilitasi hutan mangrove yang dilaksanakan sejak 1997.

Luas kawasan mangrove di Desa Sriminosari, menuru dia, mencapai sekitar 205 hektare. Termasuk mangrove yang kini menjadi tempat wisata.

Menurut salah seorang warga setempat, Awit, tempat wisata itu belum lama digerakkan desa bersama sejumlah pemuda setempat. "Sarana wisatanya masih terbatas, namun akan terus dikembangkan agar semakin menarik pengunjung," katanya.

Awit menyebutkan, yang kini sedang dikembangkan di Wisata Mangrove Pandanalas adalah susur sungai melintasi hutan mangrove menuju laut atau pantai. Dengan menggunakan speed boat, susur sungai menempuh jarak sekitar 700 meter.

"Saat ini sudah ada empat speet boat dengan kapasitas angkut 10 dan enam orang," kata Awit. Dalam susur sungai ini, wisatawan akan diajak menikmati sungai di antara hutan mangrove menuju dermaga di ujung pantai.

Saat ini, sudah berdiri dermaga di pinggir pantai. Ke depan, akan dibangun sebuah dermaga berukuran sekitar 3 x 50 meter atau 3 x 100 meter. "Ini yang direncanakan. Sehingga wisatawan dapat menikmati pemandangan laut lepas Selat Sunda," katanya.

Selain itu, kata dia, tempat wisata ini juga memiliki rencana membangun semacam menara pengintai yang dapat dimanfaatkan wisata melihat laut dari atas hutan mangrove. (ilc-2).



Terpopuler