{{ message }}

Alzier Mengaku Jual Aset kepada Zainudin Melalui Agus BN

Kamis, 7 Februari 2019 - 03:30:27 AM | 772 | Hukum

Alzier Mengaku Jual Aset kepada Zainudin Melalui Agus BN
M Alzier Dianis Thabranie (tengah) dan Zainudin Hasan (berpeci). Foto. harianmomentum

INILAMPUNG.com - Calon anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD) asal Lampung, M Alzier Dianis Thabranie pada Kamis, 7 Februari 2019, menjadi saksi sidang kasus dugaan korupsi di Dinas PUPR Lampung Selatan (Lamsel).

Sidang berlangsung di Pengadilan Negeri Tipikor Tanjungkarang, Kamis, 7 Februari 2019.

Alzier bersaksi dalam sidang dengan dua terdakwa. Yaitu, mantan anggota DPRD Lampung Agus Bhakti Nugroho, mantan Kepala Dinas (Kadis) PUPR Lamsel Anjar Asmara.


Dalam kesaksiannya, Alzier mengaku pernah menjual beberapa asetnya, berupa lahan, kolam dan rumah toko (ruko) kepada Bupati Lamsel nonaktif Zainudin Hasan melalui terdakwa Agus BN.

"Total uang yang saya dapat dari penjualan (ke Zainudin) melalui ABN itu Rp5 miliar lah kurang-lebihnya," kata Alzier di hadapan Majelis Hakim yang diketuai Mansyur B.

Alzier merinci aset yang dijualnya kapada Zainudin Hasan melalui ABN pada 2017. Yaitu, ruko di Jalan Arif Rahman Hakim Bandarlampung, dijual seharga Rp2 miliar. Pembayarannya dicicil dua kali oleh Agus BN.

Selanjutnya, sebidang lahan di pinggir laut di Ketapang, Lamsel, seluas 2,7 hektare. Dari sini, Alzier mengaku baru terima Rp500 juta. "Tapi sebelumnya saya sempat pinjam uang (ke Zainudin) Rp1 miliar, agunannya surat tanah itu," katanya.

Kemudian aset berupa tanah dan kolam di wilayah Sidomulyo Lamsel. Lahan seluas 5.000 meter persegi ini dijual dengan harga Rp500 juta. Lalu, lahan diseberangnya seluas 2,7 hektare dijual dengan harga Rp2 miliar melalui Agus BN.

Selain Alzier, ada tujuh saksi lain yang dihadirkan. Yaitu, Zainudin Hasan, Thomas Aziz Riska (pemilik Pulau Tegal Mas), R. Sugeng (mantan nahkoda kapal Krakatau) dan Herman Hamidi (Kadis Transmigrasi Lamsel). Juga, saksi dari pihak swasta atau kontraktor: Heri Arjuno, Ahmad Bastian dan Imam Sudrajat. (red).

 



Terpopuler