{{ message }}

Tsunami Ancam Wilayah China Selatan

Kamis, 3 Januari 2019 - 02:52:03 AM | 173 | Seni & Budaya

Tsunami Ancam Wilayah China Selatan
Tsunami di Sulawesi (ilustrasi)

INILAMPUNG.COM - Tsunami melanda China selatan sekitar seribu tahun lalu hampir memusnahkan peradaban di tempat yang sekarang menjadi salah satu wilayah terpadat di planet ini. Demikian sebuah studi baru para ilmuwan negara itu.

Kehancuran disebabkan gelombang raksasa ini menimbulkan pertanyaan baru kerentanan potensial wilayah hari ini. Terutama setelah tsunami Indonesia bulan lalu dan perluasan pembangkit listrik tenaga nuklir yang sedang berlangsung di China selatan.

Dalam jurnal Buletin Sains China bulan ini, para peneliti Universitas Sains dan Teknologi China (USTC) dan Universitas China Timur mengatakan, bukti arkeologis dan sedimen, didukung penyebutan singkat catatan sejarah, menunjuk gelombang besar yang sekarang menjadi Provinsi Guangdong sekitar 1076 M, atau masa Dinasti Song.


Efek-efek tsunami tampaknya telah menghancurkan, menghasilkan penurunan budaya yang drastis" yang tidak pulih sampai sekitar lima ratus tahun kemudian.

Dikutip dari CNN, Kamis (3/1/2019), tim peneliti dipimpin Sun Liguang dan Xie Zhouqing dari USTC, pertama kali tertarik pada potensi paleotunami selama survei 2013 di Pulau Lincoln, bagian dari rantai Paracel di Laut China Selatan.

"Kami menemukan sedimen dan biologis (bukti) menunjukkan tsunami terjadi di Laut Cina Selatan dan menghantam pulau itu sekitar seribu tahun lalu," kata mereka.

Pemodelan komputer menunjukkan tsunami dipicu gempa bumi di Palung Manila, sebuah depresi sedalam 5.400 meter aktif seismik di lepas pantai Luzon dan Mindoro di Filipina. Gelombang yang dihasilkan diyakini menghantam pulau-pulau di Laut China Selatan, serta pantai-pantai yang sekarang menjadi Provinsi Guangdong dan Hainan.

Di luar kepentingan arkeologis dan historisnya, temuan ini memberikan peringatan nyata dampak berpotensi menghancurkan dari tsunami di masa depan pada Guangdong dan bagian lain di China selatan.

Saat ini lebih dari 68 juta orang tinggal di Greater Bay Area, 56.500 kilometer persegi bentangan China selatan meliputi Hong Kong, Makau, Zhuhai, Shenzhen, Guangzhou dan enam kota besar lainnya di Provinsi Guangdong.

Pantai selatan China juga menjadi tuan rumah bagi tujuh pembangkit listrik tenaga nuklir, dengan empat lagi saat ini sedang dibangun, menurut World Nuclear Association. (aja/inilampung.com)



Terpopuler