{{ message }}

Tiga Fenomena Langka Bulan di Awal Tahun 2019

Selasa, 1 Januari 2019 - 10:29:16 AM | 159 | Seni & Budaya

Tiga Fenomena Langka Bulan di Awal Tahun 2019

 

INILAMPUNG.COM - Di bulan Januari 2019 ini akan ada tiga fenomena alam langka terjadi, yakni gerhana bulan total, Bulan super darah dan "Bulan Serigala," nama panggilan untuk Bulan purnama yang muncul di tengah musim dingin.

Jutaan orang di seluruh Amerika Utara dan Selatan dan Eropa barat dan Afrika akan dapat menangkap pemandangan langka itu pada 20 Januari hingga 21 Januari 2019, menurut National Geographic. Selama beberapa jam, bulan memancarkan cahaya terang kemerahan.

"Gerhana bulan total dapat terjadi hanya ketika Matahari, Bumi dan Bulan berbaris dengan sempurna. Sesuatu yang kurang dari kesempurnaan menciptakan gerhana bulan parsial atau tidak ada gerhana sama sekali," tulis Space.com, dikutip Selasa (1/1/2019).


Badan Antariksa AS (NASA) memerikarakan Bumi tidak akan mengalami gerhana bulan total lain hingga Mei 2021.

Berikut beberapa faktu fenomena tidak biasa itu:

Gerhana bulan total tahun 2019 berlangsung sekitar 1 jam dan 2 menit, laporan Space.com. Dimulai sekitar 11:41 malam ET pada 20 Januari dan puncaknya sekitar 12:16 ET pada 21 Januari.

Gerhana bulan terpanjang yang mungkin adalah 1 jam dan 47 menit, menurut EarthSky. Gerhana bulan total terpanjang abad terakhir pada 16 Juli 2000, dan berlangsung selama 1 jam 46,4 menit, catatan situs luar angkasa. Gerhana bulan total terakhir terjadi pada 27 Juli, meskipun tidak terlihat di AS.

Supermoon adalah bulan baru atau purnama yang tampak lebih dekat dari biasanya karena jarak terdekat bulan dengan Bumi selama orbitnya, dikenal "perigee" terletak sekitar 363.000 kilometer dari Bumi, kata NASA.

Supermoon biasanya tampak 14 persen lebih besar dan 30 persen lebih terang dari rata-rata bulan yang terlihat di langit tiap malam, Dr. Noah Petro, peneliti Goddard Space Flight Center NASA, mengatakan kepada Fox News. Namun, sulit melihat perbedaannya dengan mata telanjang.

Sementara itu, Bulan purnama pada Januari 2019 dijuluki "Bulan Serigala" kadang-kadang "Bulan Tua" oleh suku-suku asli Amerika setelah serigala melolong di luar saat mereka berburu makanan di pertengahan musim dingin.

"Ini praktik kuno, bukan hal baru. Orang-orang kuno biasanya melacak musim dengan mengikuti kalender lunar (versus kalender matahari hari ini)," tulis sebuah situs. (aja/inilampung.com)

 



Terpopuler