{{ message }}

Oknum Kepala Pekon Diduga Arahkan Warga Pilih Caleg Tertentu

Kamis, 10 Januari 2019 - 12:59:21 PM | 272 | Pileg

Oknum Kepala Pekon Diduga Arahkan Warga Pilih Caleg Tertentu
Ketua Bawaslu Kabupaten Pringsewu Azis Amriwan (tengah) didampingi anggota Bawaslu Arifin dan Fajar Fakhlevi. Foto. Tyo.

INILAMPUNG.com - Setelah dua calon anggota legislatif dari PKS, dugaan pelanggaran pemilu kembali ditemukan di Kabupaten Pringsewu.

Kali ini, Sentra Gabungan Penegak Hukum Terpadu (Gakkumdu) Pringsewu membahas dugaan pelanggaran pemilu dilakukan Sbd, kepala pekon di Kecamatan Adiluwih. Sbd diduga mengarahkan sekelompok warga untuk memilih caleg tertentu.

Peristiwa itu terjadi pada 30 Desember 2018. Saat itu, sejumlah ibu-ibu dari Kecamatan Adiluwih dan Sukoharjo mengikuti senam di halaman Balai Pekon Purwodadi.

Pada kesempatan tersebut hadir dua caleg perempuan dari Partai Golkar LA (Caleg DPRD Pringsewu) dan DA (Caleg DPR RI) yang diduga menyampaikan visi misi.

Sementara Kepala Pekon Sbd sempat memberi kata sambutan yang isinya mengarah untuk menguntungkan calon tertentu.

"Laporannya sudah diregistrasi dan telah dibahas Gakkumdu," ungkap Ketua Bawaslu Azis Amriwan, Rabu (9-1-19). Azis menyatakan Bawaslu memiliki rekaman audio pidato Sbd.

Namun Kakon Sbd menytakan, kegiatan senam itu bukan kegiatan politik tetapi kegiatan Kelompok Wanita Tani (KWT) dan perangkat pekon.

"Saya membuka acara karena kegiatan itu adalah kegiatan KWT dan perangkat pekon, biayanya juga iuran masing-masing KWT Rp500 ribu dan peserta senam Rp50 ribu," jelasnya.

Mengenai kehadiran caleg L dan DA, Sbd menyatakan tidak mengundang mereka, begitu pun panitia. "Saya jelaskan, seharusnya kegiatan itu (senam) dilaksanakan pada saat Hari Ibu. Tapi karena istri saya Natalan sehingga disepakati waktunya untuk diundur," terangnya.

Bawaslu juga masih mendalami kasus dua caleg PKS yang diduga melakukan pelanggaran pemilu pada 27 Desember 2018 saat acara hajatan (sunatan) di kediaman Samin di Dusun Sukaratu, Pekon Pardasuka Timur, Pardasuka, Kabupaten Pringsewu.

"Bawaslu menerima informsi dua caleg dari PKS inisial Z (caleg DPRD Provinsi) dan H (caleg DPRD Pringsewu) yang diduga membagikan stiker, kalender, gula kopi di acara hajatan tersebut," imbuh Azis. (tyo).




BERITA LAINNYA

Terpopuler