{{ message }}

Masyarakat Diingatkan Tidak Dekati Pantai Selat Sunda

Sabtu, 5 Januari 2019 - 09:49:42 AM | 161 | Nasional

Masyarakat Diingatkan Tidak Dekati Pantai Selat Sunda
ilustrasi tsunami

INILAMPUNG.COM - Badan Metereologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memeringatan masyarakat tidak mendekati pantai yang berelevansi rendah dalam jarak 500 meter di wilayah Selat Sunda. Hal itu didasarkan perkembangan letusan Gunung Anak Krakatau (GAK) dan potensi kegempaan di Selat Sunda.

Deputi Bidang Geofisika BMKG Muhamad Sadly melalui siaran pers, Sabtu (5/1/2019), mengatakan, zona waspada tsunami masih diterapkan dalam radius 500 meter dari tepi pantai elevasi kurang dari 5 meter di atas permukaan laut.

"Masyarakat diminta tetap tenang dan waspada dalam beraktivitas di pantai/pesisir Selat Sunda," katanya.

Masyarakat juga diimbau terus memantau perkembangan bahaya tsunami melalui website, aplikasi mobile, dan media sosial InfoBMKG. Atau bisa memonitor aktivitas GAK melalui aplikasi *MAGMA INDONESIA* Badan Geologi-ESDM, agar tidak terpancing informasi menyesatkan.

Sementara itu, Suwarno, petugas pos pantau GAK di Desa Hargopancuran mengatakan, data Magma VAR (Vulcanic Activity Report), Sabtu (5/1/), sejak pagi hingga sore, GAK mengeluarkan letusan dan lontaran debu vulkanik.

Ia mengatakan, tercatat 48 kali letusan dengan amplitudo 18-30 mm dan durasi 15-114 detik. Hembusan kawah sebanyak 9 kali dengan amplitudo 9-22 mm dan durasi 30-110 detik. Juga gempa mickro tremor dengan amplitudo 2-17 mm (dominan 7 mm). (aja/inilampung.com)



Terpopuler