{{ message }}

Pekerja PTPN IX Demo Tolak Penutupan Pabrik Gula

Jum'at, 7 Desember 2018 - 04:58:53 AM | 233 | Bisnis

Pekerja PTPN IX Demo Tolak Penutupan Pabrik Gula
Ratusan pekerja PTPN demonstasi menolak penutupan pabrik gula. Foto. Ist.

INILAMPUNG.COM - Serikat Pekerja Perkebunan Nusantara (SPBUN) PT Perkebunan Negara (PTPN) IX kembali melakukan demonstrasi menolak penutupan pabrik gula milik PTPN IX.

Sekitar 350 anggota Serikat Pekerja Perkebunan Nusantara (SPBUN) PTPN IX kali ini melakukan aksi damai di depan Pendopo Kantor Direksi PTPN IX, Jl. Ronggo Warsito No.164 Surakarta, Kamis (6/12/2018). Sebelumnya, aksi serupa dilakukan SPBUN X dan PTPN XI di Jawa Timur pada 23 November silam.

Para pekerja perkebuna itu menolak kebijakan Pemerintah melalui Holding PTPN menutup tiga pabrik gula di bawah PTPN IX di Brebes, Sumberharjo (Pemalang) dan PG Gondang Baru (Klaten).


Pemerintah beralasan, penutupan pabrik gula berkapasitas di bawah 4 ribu ton per hari, sebagai upaya meningkatkan kinerja dan efisiensi perusahaan. Targetnya, harga pokok produksi di bawah harga dasar gula yang ditetapkan pemerintah maupun harga pasar.

Namun, dalam rilis yang ditandatangani oleh Ketua Umum SPBUN PTPN IX, Sentot Suparna, disebutkan kebijakan itu tidak didasari kajian yang valid sehingga menimbulkan dampak permasalahan bagi karyawan, petani mitra dan stakeholder lainnya.

Revitalisasi pabrik gula milik negara yang mayoritas berumur ratusan tahun, dinilai lebih efektif dengan melakukan modernisasi alat produksi, menambah jumlah bahan baku tebu, dan membenahi manajemennya.

Selain itu, mereka juga menyatakan, kebijakan gula nasional harus berpihak kepada upaya-upaya menuju kemandirian industri gula serta swasembada gula nasional.

"Penutupan pabrik gula menyengsarakan karyawan," begitu orasi demonstran yang dipimpin Koordinator Lapangan Kuat Riyadin.

Mereka juga menyebutkan, karyawan yang dipindahkan ke pabrik gula yang aktif, hanya mendapatkan kompensasi yang memprihatinkan.

Karena itu, massa meminta manajemen PTPN IX mengaktifkan kembali PG yang ditutup. “Masih banyak peluang yang bisa dilakukan untuk mengaktifkan PG seperti agro wisata dan peluang-peluang lain,” katanya.

Selain berorasi, SPBUN PTPN IX menyampaikan tujuh pernyataan sikap mereka.

1. Meminta PTPN III Persero (Holding PTPN) mengkaji ulang program regrouping yang disertai penutupan PG BUMN;

2. Meminta Holding PTPN memberikan support kepada PTPN IX meningkatkan kemampuan operasional perusahaan;

3. Meminta PTPN IX melakukan peningkatan produktivitas agar lebih sehat dan berdaya saing;

4. Mengajak Direksi PTPN IX untuk bersama-sama menghormati rambu-rambu kemitraan demi terciptanya hubungan industial yang harmonis;

5. Meminta Direksi PTPN IX merealisasikan hak-hak karyawan yang tercantum dalam PKB dan menyelesaikan program-program carreer planning yang stagnan;

6. SPBUN PTPN IX siap mendukung progam Manajemen PTPN IX untuk harmonisasi hubungan industrial dan penyehatan perusahaan;

7. SPBUN PTPN IX akan menempuh langkah organisasi yang diperlukan dalam membela dan melindungi hak-hak pekerja dan menjaga kelangsungan hidup perusahaan.

Selain isu, penutupan pabrik gula dinilai tidak menghormati rambu-rambu hubungan industrial dalam pengelolaan SDM. (ilc-2/inilampung.com).



Terpopuler