{{ message }}

Mahasiswa STIE Muhammadiyah Belajar Jurnalistik ke PWI Pringsewu

Sabtu, 1 Desember 2018 - 08:57:35 AM | 366 | Pendidikan

Mahasiswa STIE Muhammadiyah Belajar Jurnalistik ke PWI Pringsewu
Perwakilan Mahasiswa STIE Muhammadiyah Pringsewu belajar jurnalistik di Sekretariat PWI Pringsewu. Foto. Tyo.

INILAMPUNG.COM - Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kabupaten Pringsewu memberikan kesempatan kepada masyarakat untuk belajar jurnalistik. Bisa datang ke Sekretariat PWI setempat atau mengundang sebagai pemateri.

Seperti pada Jumat (30/11/18). Empat perwakilan mahasiswa Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi (STIE) Muhammadiyah Pringsewu mendatangi Sekretariat PWI Pringsewu di Jln.Raya Pekon Sidoharjo Pringsewu, untuk belajar jurnalistik.

Didampingi Dosen Atmi Saptarini, mahasiswa itu diterima Ketua PWI Pringsewu Budi Karyadi dan Seksi Pendidikan Nandang Suprianto dan Arif Hidayattulloh.


Dosen Atmi Saptarini mengatakan kunjungannya guna mengenalkan mahasiswanya tentang dunia jurnalistik (kewartawanan). "Terutamana mengenai ilmu jurnalistik, kaidah penulisan, memahami kode etik jurnalistik serta bentuk yang berhubungan dengan dunia jurnalistik," ungkapnya.

Mahasiswa yang telah mendapatkan ilmu jurnalistik itu dapat menularkan kepada rekannya di kampus. Dengan datang ke PWI diharapkan lebih memahami tentang dunia kewartawanan.

"Terima kasih kepada jajaran PWI Pringsewu yang telah menerima dan memberikan pembekalan ilmu kepada mahasiswanya secara gratis," kata Atmi Saptarini.

Sebelumnya, Ketua PWI Pringsewu Budi Karyadi mengatakan, PWI Pringsewu merupakan wadah para wartawan ‎baik media cetak, elektronik, dan online.

"Pengurus dan anggota PWI Pringsewu sejumlah 32 orang dan sudah lulus Uji Kopetensi Wartawan (UKW) sebanyak 25 wartawan. Semuanya mempunyai media yang jelas," ujarnya.

PWI Pringsewu sudah ‎beberapa kali memberikan pendidikan jurnalistik kepada para pelajar SMA/SMK maupun berbagai instansi di Pringsewu. "Kami persilakan kepada pelajar dan mahasiswa juga pihak lainnya untuk belajar jurnalistik di Sekretariat PWI," ajaknya

Hal itu bagian dari tugas PWI untuk memberikan pemahaman kepada siswa dan masyarakat tentang dunia jurnalistik. "Kami senang bisa berbagi pengetahuan dan pengalaman tentang dunia wartawan," ungkap Budi Karyadi.

Sementara Seksi Pendidikan Nandang Suprianto dan Arif Hidayattulloh menambahkan, dalam menjalankan fungsi pers, setiap wartawan Indonesia tidak boleh membuat berita bohong, fitnah, cabul dan sadis.

Maka untuk mendapatkan berita yang baik dan akurat, wartawan harus check and recheck, konfirmasi, dan memiliki sumber jelas dan harus memenuhi unsur 5 W + 1 H. "Maka berita yang disajikan kepada masyarakat dan pembaca lainnya akan sesuai fakta dilapangan," imbuh Nandang. (tyo/inilampung.com).



Terpopuler