{{ message }}

Kerajinan Tenun Berjaya di Thamrin City

Senin, 3 Desember 2018 - 07:13:35 AM | 147 | Bisnis

Kerajinan Tenun Berjaya di Thamrin City
Thamrin City kini juga menjadi pusat perdagangan tenun nusantara. Foto. Ist.

INILAMPUNG.COM - Pusat Belanja Trade Mall Thamrin City Jakarta makin dikenal sebagai pusat perdagangan kerajinan tenun nusantara. Selain sebagai pusat batik nusantara dan busana Muslim.

Pusat perbelanjaan yang berlokasi tidak jauh dari Bunderan Hotel Indonesia itu, kini memasarkan berbagai kerajinan tenun dari seluruh Indonesia.

Menurut Sindiwaty Mastra, selaku General Manager PR & Promosi TM Thamrin City, pihaknya memberikan perhatian khusus dan mendorong berkembangnya usaha kerajinan tenun daerah di seluruh nusantara.


“Sejak awal komitmen kami, membantu berkembangnya UKM kerajinan tenun di seluruh Indonesia agar mendapatkan akses pasar yang luas di Jakarta. Selain menguntungkan, usaha tenun juga melestarikan kebudayaan yang sudah turun temurun,” kata Sindi.

Keberadaan pengrajin tenun yang memasarkan produk tenun di Thamrin City terus meningkat. “Perajin dan toko yang memasarkan tenun, semula hanya ada di lantai 1, sekarang merambah ke lantai 2 dan 3,” katanya.

Pengelola TM Thamrin City, memberikan kesempatan seluas-luasnya bagi pengrajin tenun ikat dari daerah-daerah untuk memasarkan produknya.

Salah satu pengrajin tenun ikat yang membuka usahanya di Thamrin City bernama Idrus pemilik toko Alfi yang terletak di lantai 1 Blok A 17. Sehari-hari Idrus dan Fitri istrinya melayani pembeli yang datang langsung berbelanja di tokonya.

“Awalnya membuka lapak di Thamrin City tahun 2012, terus berkembang hingga sekarang ini sudah punya 2 toko yang memasarkan kerajinan tenun motif nusantara dari Jepara yang sangat digandrungi para pembeli,” ujar Idrus.

“Kami memproduksi sendiri semua motif tenun di Jepara bersama para pengrajin tradisional, hampir semua motif tenun nusantara yang terkenal kami produksi secara tradisional, mulai dari Aceh, Batak, Kalimantan, NTT, Sulawesi hingga motif tenun tanah Papua,” papar Idrus menambahkan.

Harga tenun mulai dari Rp35 ribu per meter hingga Rp350 ribu per potong tenun, ada juga yang dijual secara grosiran untuk yang menjual kembali.

“Pelanggan kami yang datang membeli tidak hanya dari Jakarta tapi dari luar Jakarta bahkan dari luar negeri seperti Malaysia, Singapura dan Australia,” tandasnya.

Keuntungan berusaha kerajinan tenun motif nusantara di Thamrin City juga dirasakan oleh Lia dan Mustofa pemilik toko MTV yang mengusung tema sebagai Rumah Tenun Tradisional Jepara.

Toko MTV yang menjual kain tenun nusantara sejak 2011, ini diakui Lia, sudah mengalami kemajuan. "Saat ini kami memiliki 4 toko di ThamrinCity yang khusus menjual tenun ikat motif nusantara dari Jepara, yang paling banyak dicari saat ini kain tenun motif daerah NTT dan tenun motif Toraja,” ujar Lia.

Harga jual tenunnya, mulai dari Rp 20 ribu per meter hingga harga Rp200 ribu per potong kain. "Semua kami produksi di Jepara dan melibatkan puluhan tenaga pengrajin tenun rumah tangga,” kata Lia.

Dari usaha itu, Lia menyebutkan omset penjualan mencapai Rp150 juta hingga Rp500 juta per bulan. “Kami bersyukur usaha kami bertahan dan maju, semoga ke depan iklim usaha makin kondusif dan usaha tenun terus berkembang,” katanya. (ilc-4/inilampung.com).



Terpopuler