{{ message }}

Andi Arief Lempar Isu Kasus Noval ke Presiden

Senin, 31 Desember 2018 - 12:24:10 PM | 384 | Politik

Andi Arief Lempar Isu Kasus Noval ke Presiden

 

INILAMPUNG.Com -- Wasekjen DPP Partai Demokrat Andi Arief kembali melempas isu politik. Kali ini, ia menantang Presiden Joko Widodo memberikan mata ke penyidik KPK Novel Baswedan yang terteror penyiraman air keras.

Andi Arief--politisi kelahiran Bandar Lampung itu---menyebut Jokowi gagal menuntaskan kasus HAM yang melibatkan penyidik senior Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Novel Baswedan.

"Kalau masih ada yang yang berkoar soal penculikan atau pebunuhan masa lalu, sebaiknya besok pagi lihat mata Novel Baswedan. Tanyakan pada sebelah matanya, Jokowi ngapain aja?" tulisa Andi, dalam kicaunya diakun Twitter @AndiArief_, Minggu (30/12).


Menurut Andi, pembahasan soal penculikan dan pembunuhan masa lalu akan relevan jika Jokowi mau memberi sebelah matanya pada Novel Baswedan.

Percuma Jokowi punya mata tapi tak mampu menuntaskan kasus penyiraman air keras terhadap Novel.

"Kenapa mata Pak Jokowi? Karena percuma punya mata tapi tau mau melihat persoalan yg mudah ini untuk diselesaikan," tulis Andi, yang sejak kemarin hingga siang ini masih mengudang banyak komentar pro dan kotra..

Komentar Petinggi Gerindra

Ketua DPP Partai Gerindra Habiburokhman menyebut tantangan Wasekjen Partai Demokrat itu kontroversial.

"Pernyataan Pak Andi Arief memang agak kontroversial, tapi itulah yang dinamakan critical support, dukungan yang kritis," kata Habiburokhman kepada wartawan detik.com, Senin (31/12/2018).

Habiburokhman mendukung sepenuhnya kerja Polri dalam mengusut teror terhadap Novel Baswedan. Dia mendesak semua pihak terkait untuk segera menyelesaikan kasus tersebut.

"Kami percaya dan mendukung penuh kepolisian untuk menyelesaikan kasus tersebut sampai tuntas. Kasus Novel penting untuk segera diselesaikan karena ada dua dimensi hukum di sana, satu soal pemberantasan korupsi dan kedua soal penegakan HAM," sebutnya.

Sementara Kabareskrim Komjen Arief Sulistyanto, di berbagai media, Senin (31/12), pagi ini menyatakan penerapan hukum harus sesuai ketentuan, tak bisa dilakukan sembarangan. Arief mengatakan, Polri sampai saat ini masih bekerja untuk mengungkap perkara ini. (IL-2/inilampung.com)

 




BERITA LAINNYA

Terpopuler