{{ message }}

Alumni Sekolah Seni Yogyakarta Pameran di Taman Budaya

Senin, 3 Desember 2018 - 05:42:08 AM | 222 | Seni & Budaya

Alumni Sekolah Seni Yogyakarta Pameran di Taman Budaya
Pameran lukisan di Taman Budaya Bandarlampung. Foto. Ist.

INILAMPUNG.COM - Alumni Sekolah Seni Menengah Seni Rupa (SMSR) Yogyakarta akan menggelar pameran lukisan bertajuk `Spirit Of Art Perupa Berbicara` di Gedung Pameran Taman Budaya Bandarlampung pada 15-20 Desember 2018.

Pameran akan menampilan 32 karya lukis dan satu karya instalasi, antara lain karya Bunga Ilalang (Kota Metro), Nurbaito (Tanggamus) dan karya koleksi Torro Gallery seperti Suhut, Budi Ubruk, Cubung WP, Tato Kastareja.

Dalam siaran pers kepada inilampung.com disebutkan, msing-masing pelukis menunjukan kekuatan teknik dan identitas karya, dengan tematik yang berbeda-beda pesan yang disampaikannya.


Bunga Ilalang bercerita tentang feminisme budaya saat ini, dengan kekuatan garis-garisnya menimbulkan dekoratif dengan bentuk realisme.

Sementara karya-karya Nurbaito kuat dengan konsep tematiknya membuka ruang apresiasi untuk melihat perubahan di kota-kota besar dengan tidak merubah budaya masa lalu yang terus berusaha mencari keadilan dengan bekerja keras demi mempertahankan hidup di zaman now survive.

Koleksi Torro Galleri menyuguhkan kertas koran jadi pilihan simbol karya Budi Ubruk dengan identitas dan teknik yang sangat kuat. Cubung WP menyuguhkan garapan teknik impresionisme mewarnai ruang apresiasi. Suhut meninggalkan karya dengan obyek pewayangan dan karya suryalismenya.

Terjeratnya tikus berdasi tematik sindirian bagi kaum berdasi dengan menghalalkan segala cara demi kepentingan pribadi menjadi pilihan Tato Kastareja, simbol karung dengan ikatan tali tambang dengan rantai dan gembok.

Sementara karya instalasi “Perjuangan meraih nasi bungkus” ada gula di situ ada semut” pesan yang disampaikan Toro, salah satu pemilik gallery di Bandarlampung.

Proses perjalanan kreatif dengan suguhan karya lukis dan karya instalasi yang akan dipamerkan, merupakan seniman alumni SMSR Yogyakarta dengan masing-masing pelukis berbicara melalui karya seninya dengan teknik dan tampilan yang berbeda-beda.

Presentasi karya itu akan didiskusikan dalam forum seni rupa dengan tema Perupa Berbicara, Jangan hanya diam.

Tujuan utama pameran bukan sekadar jualan, tapi seorang pelukis harus bisa mengungkapkan kegelisahan yang terjadi disekitarnya, mengeksplorasi kejadian yang terjadi di negeri ini melalui media gambar, mempresentasikan dalam bentuk karya seni. (rls).



Terpopuler