{{ message }}

Akhirnya, Bandara Radin Inten II Jadi Bandara Internasional

Selasa, 25 Desember 2018 - 09:05:41 AM | 675 | Bisnis

Akhirnya, Bandara Radin Inten II Jadi Bandara Internasional
Bandara Radin Inten II. Foto. Ist.

INILAMPUNG.com - Setelah beberapa tahun dinantikan, akhirnya Bandar Udara (Bandara) Radin Inten II di Branti, Lampung Selatan, menjadi Bandara Internasional.

Status bandara internasional itu akan dicabut dan dikembalikan menjadi bandara domestik jika dalam enam bulan ke depan Bandara Radin Inten II tidak bisa memenuhi persyaratan yang ditentukan.

Peningkatan status Bandara Radin Inten II atau Bandara Branti itu, ditetapkan melalui Keputusan Menteri Perhubungan RI No. KP 2044 Tayhun 2018 tentang Penetapan Bandar Udara Radin Inten II di Kabupaten Lampung Selatan sebagai Bandar Udara Internasional.


Surat keputusan bertanggal 18 Desember 2018 itu ditandatangani Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi.

Dalam salinan surat yang diterima inilampung.com pada Selasa, 25 Desember 2018 itu disebutkan, sejumlah pertimbangan dan persyaratan yang harus dipenuhi Bandara Branti sebagai Bandara Internasional.

Pertimbangannya, disebutkan antara lain, Bandara Radin Inten II telah ditetapkan dalam proyek revitalisasi bandar udara dalam proyek strategis nasional sehingga perlu peningkatan status penggunaannya menjadi bandara internasional.

Pertimbangan lain, berdasarkan Peraturan Menteri Perhubungan Nomor 69 Tahun 2013 tentang Tananan Kebandarudaraan Nasional, perlu ditetapkan kebijakan nasional bandar udara dengan strategi pembangunan, pemgembangan bandara internasional di daerah destinasi pariwisata untuk dibangun dan dikembangkan sebagai hub dan pintu gerbang pariwisata nasional.

surat Gubernur Lampung No 553 tanggal 16 Februari 2017 tentang usulan peningkatan status bandara radin inten II menjadi bandara internasional

Sedangkan persyaratannya disebutkan antara lain harus memenuhi persyaratan keselamatan, keamanan, dan pelayanan sebagai bandara internasional.

Tersedia unit kerja dan personal yang bertanggung jawab untuk pelaksanaan kegiatan kepabeanan, keimigrasian, dan kekarantinaan

Untuk itu, Menteri Perhubungan menugaskan Dirjen Perhubungan Udara untuk melakukan pengawasan dan evaluasi terhadap pelaksanaan Bandara Radin Inten II sebagai bandara internasional selama enam bulan.

"Apalabila persyaratan itu tidak terpenuhi, termasuk tidak ada penerbangan niaga berjadwal ke luar negeri, maka status bandara internasional dicabut dan dikembalikan menjadi bandara udara domestik," tulis keputusan itu. (ilc-2/inilampung.com).



Terpopuler