{{ message }}

Pemira UIN Lampung Rusuh, Dua Mahasiwa Terluka

Rabu, 28 Nopember 2018 - 10:52:22 AM | 223 | Pendidikan

Pemira UIN Lampung Rusuh, Dua Mahasiwa Terluka
Pembakaran ban di Kampus UIN Raden Intan Lampung. Foto. Ist.

INILAMPUNG.COM - Penggelembungan suara tidak hanya terjadi di pemilu bupati atau gubernur. Praktek menghalalkan cara curang untuk raih kemenangan itu, diduga juga terjadi di perguruan tinggi.

Bukti terbaru, terjadi pada Rabu, 28 November 2018, di Kampus Universitas Islam Negeri (UIN) Raden Intan di Sukarame, Bandarlampung.

Perguruan tinggi Islam negeri itu, pagi tadi menggelar Pemilihan Raya (Pemira). Kegiatan demokrasi di kampus ini digelar untuk memilih pemimpin mahasiwa, seperti presiden dan gubernur mahasiswa UIN.

Namun, kegiatan yang seharusnya menjadi pesta demokrasi mahasiswa itu, berujung rusuh antarpendukung calon presiden mahasiswa (presma).


Berawal saling ejek antarpendukung calon pemimpin mahasiwa UIN Raden Intan, dan suasana makin memanas. Sejumlah mahasiwa bertindak anarkis dengan melemparkan kursi saat terjadi keribukan. Dua mahasiswa dikabarkan terluka terkena lemparan kursi.

Keributan juga terjadi di luar ruangan pemira. Sebagian mahaiswa membakar ban di depan gedung rektorat. Bahkan, mereka juga menduduki ruang rekorat.

Sejumlah mahasiwa melampiaskan kekesalannya karena ada dugaan penggelembungan suara dalam proses pemilihan presma.

Kerusuhan akhirnya mereda setelah pihak rektorat turun tangan. Pihak rektorat memediasi mahasiwa yang rusuh. Namun, persoalan pemira belum selesai.

Humas Universitas Islam Negeri Raden Intan Lampung Hayatul Islam mengatakan pihak rektorat rencananya besok akan memanggil para calon dan panitia pemira. (ilc-2/inilampung.com).



Terpopuler