{{ message }}

Pelajar SMPN 4 Pringsewu Gelar `Market Day`

Rabu, 7 Nopember 2018 - 04:08:51 AM | 694 | Pendidikan

Pelajar SMPN 4 Pringsewu Gelar `Market Day`
Heri Iswahyudi meninjau Market Day di SMPN 4 Pringsewu. (tyo/inilampung.com).

INILAMPUNG.COM - Pelajar SMP Negeri 4 Kecamatan Pringsewu melakukan kegiatan "Market Day" atau pasar sehari di lingkungan sekolah pada Rabu (7/11/18).

Pada kegiatan yang berlangsung mulai pukul 07.30 hingga 09.30 WIB, itu tersedia 25 lapak dagangan. Terdiri dari aneka makanan, jajanan tradisional, serta aneka kerajinan. Seluruhnya karya pelajar setempat.

Kegiatan itu diselingi aneka kreativitas seni dan budaya pelajar setempat, seperti Band Si Kembar Zaka-Zakin dan permainan tradisional lainnya. Konsumennya, utusan pelajar SMP dan SD di Kecamatan Pringsewu dan warga di sekitar SMPN 4.


Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kabupaten Pringsewu Heri Iswahyudi didampingi Kadis PPPAPPKB Kabupaten Pringsewu Nazri, Kepsek SMPN 4 Rahmanto, meninjau lapak dagangan siswa.

Kadisdikbud menyempatkan berbelanja di setiap lapak yang disinggahi dengan harga mulai dari Rp1000 sampai Rp5000. "Hampir di semua lapak saya membelinya, mulai jajanan ringan hingga makanan pecel lontong dan sate," ujarnya.

Heri Iswahyudi mengaku bangga dengan kegiatan Market Day yang digelar SMPN 4 Pringsewu. Diharapkan, agenda ini rutin digelar, minimal tiga hingga enam bulan sekali. Saya juga berharap bisa diikuti sekolah lain," harapnya.

Menurutnya, Market Day merupakan sarana bagi para siswa-siswi untuk berinovasi dalam berbisnis dan berwirausaha. Kegiatan ini menjadi bekal dan pengalaman para pelajar yang bermanfaat bagi masa depan mereka.

Menurut Kepala SMPN 4 Pringsewu Rahmanyo, kegiatan ini direnakan seteiap enam bulan sekali. "Kami melihat perkembangan dan antusias para siswa-siswi dan para pembelinya, jika memungkinkan, dilaksanakan tiga bulan sekali," jelasnya.

Menurutnya program ini merupakan salah satu pembelajaran ilmu non akademik yakni menerapkan pendidikan kecakapan hidup dan literasi keuangan kususnya para siswa-siswinya. Yakni bagaimana cara metode berjualan yang baik, membukukan dan menganalisis dagangan laku dan tidak laku.

"Namun yang lebih penting lagi memberi pembelajaran betapa sulitnya memperoleh uang, yang selama ini hanya minta dari orang tuanya," ujar Rahmanto.

Sedang Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (PPPAPPKB) Kabupaten Pringsewu Nazri juga menilai positif kegiatan itu.

Jika mendapat keuntungan maka dagangan itu harus dipertahankan kualitasnya agar pembeli tetap meminatinya. Sebaliknya, jika rugi harus dievaluasi. "Ini pembelajaran yang baik," katanya.

Pelajar juga jadi memahami, tidak semua usaha pasti menguntungkan. Serta menjadi pengalaman bagaimana cara mencari uang, katanya. (tyo/inilampung.com).



Terpopuler