{{ message }}

Paswitan Ikut Ramaikan Wisata Jajanan Tradisional di Pringsewu

Minggu, 4 Nopember 2018 - 12:47:00 PM | 1872 | Travelling

Paswitan Ikut Ramaikan Wisata Jajanan Tradisional di Pringsewu
Pasar Sawitan atau Paswitan. (inilampung.com/tyo).

INILAMPUNG.COM - Wisata kuliner yang menyajikan panganan-jajanan tradisional terus bermunculan di Kabupaten Pringsewu. Setelah booming Nggruput, Pasar Pring, Pasmami, dan Nggrudug, kini muncul Pasar Sawitan (Paswitan).

Paswitan berlokasi di Pekon Pandansari Selatan, Kecamatan Sukoharjo. Nama Paswitan diambil dari lokasi pasar yang di kebun kepala sawit seluas sekitar 50 x 50 meter, milik Kepala Pekon setempat Ngadiran.

Paswitan yang mulai beroperasi pada Minggu (4/11/18), menurut Ngadiran, ide pembentukan Paswitan itu, ingin meniru sukses pasar kuliner seperti Nggruput di jalur dua kompleks Pemkab Prinsewu; ggruduk di Pekon Ambarawa Timur, Kecamatan Ambarawa; Pasar Pring di Kecamatan Adiluih; dan Pasmami di Kecamatan Gadingrejo.

"Semua pasar kuliner jajajan tradisional itu buka setiap Minggu pagi dan ramai pengunjung," ujarnya didampingi Ketua TP PKK Marleni.

Pasar Sawitan buka sejak pukul 06.00 Wib. Selain menjajakan pangangan dan jajanan tradisional dari puluhan pedagang, juga aneka kerajinan tradisional home industri warga setempat.

Pada pembukaan Paswitan, panitia menyediakan panggung untuk menampilkan kreasi para anak-anak, baik seni tari, drama musikal, solo song dan peragaan busana menggunakan barang bekas. "Alhamdulillah baru pertama buka pengunjung sudah ramai. Bahkan pukul 08.00 semua dagangan habis terjual," kata Ngadiran.

Ketua pelaksana Surip Waluyo menambahkan, Paswitan rencana dibuka sebulan sekali, pekan pertama. "Tetapi tinggal permintaan warga masyarakat, jika memang harus dibuka disetiap minggu pagi, kami siap. Namun kami mohon didampingi dan dibina pihak PKK, Bina Keluarga Remaja (BKR) dan L-Pamas Kabupaten Pringsewu," ujarnya.

Sementara Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (PPPAPPKB) Kabupaten Pringsewu Nazri yang menghadiri Lounching Paswitan itu mengharapkan, Paswitan selain sebagai pusat transaksi perekonomian masayarakat, juga bisa menjadi sarana interaksi warga untuk memperkuat persatuan dan kesatuan.

Sekaligus daya tarik wisata, adanya
Penampilan kreasi seni dan budaya, diharapkan menjadi daya tarik wisatawan sehingga banyak dikunjungi masyarakat untuk membeli sajian yang ada. "Hal ini akan meningkatkan perekonomian masyarakat kususnya Pandansari Selatan,"ujarnya.

Disamping itu masyarakat bisa saling berinteraksi sekaligus berolahraga dan bewisata setiap minggu pagi. "Kelak Paswitan semakin maju dan berkembang hingga menambah destinasi wisata kuliner tradisional di Kabupaten Pringsewu," harap Nazri. (tyo/inilampung.com).




Terpopuler